Energi Fosil, EBT dan Batu Bara, Mana yang Berjaya?
Selasa, 08 Desember 2020 - 13:36 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan minyak asal Amerika Serikat , Exxon Mobil memperkirakan, industri energi masih akan tetap berkembang di beberapa tahun ke depan. Namun, perkembangannya tidak akan semasif pada masa kejayaannya.
Vice President Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin mengatakan, beberapa perusahaan energi seperti Exxon masih optimis dengan industri energi. Optimisme tersebut karena belum ada penurunan pada industri migas.
(baca juga: Awas! Selewengkan BBM, SPBU Nakal Bisa Ketahuan Lho..! )
“Jika kita perhatikan perusahaan Amerika Serikat dalam hal ini Exxon Mobil memiliki pandangan Industri energi akan tetap berkembang tetapi tidak masif. Dan belum ada penurunan signifikan terhadap industri migas,” ujarnya dalam acara Pertamina Energy Webinar Energizing the Energy Transition, Selasa (8/12/2020).
Sementara itu, berbeda dengan Exxon, perusahaan energi dari Eropa justru berpendapat energi baru terbarukan (EBT) akan masif dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga, ke depannya masyarakat tidak lagi bergantung pada industri minyak.
“Bagaimana perusahaan energi menghadapi tren global tersebut. Perusahaan energi Eropa tetap berpendapat bahwa energi baru terbarukan akan masif sehingga tidak bergantung selamanya kepada industri minyak dan migas,” jelasnya.
(Baca juga: Pandemi Pengaruhi Lanskap Energi, Pertamina Ungkap Lima Tren Global )
Meskipun berbeda pendapat, namun baik Exxon maupun perusahaan energi asal Eropa menyepakati satu hal yakni bahwa pemanfaatan batu bara akan berkurang di waktu mendatang. “Pandangan yang dari semua perusahaan energi dunia ini. Kita lihat pemanfaatan batu bara akan semakin berkurang,” jelasnya.
Vice President Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin mengatakan, beberapa perusahaan energi seperti Exxon masih optimis dengan industri energi. Optimisme tersebut karena belum ada penurunan pada industri migas.
(baca juga: Awas! Selewengkan BBM, SPBU Nakal Bisa Ketahuan Lho..! )
“Jika kita perhatikan perusahaan Amerika Serikat dalam hal ini Exxon Mobil memiliki pandangan Industri energi akan tetap berkembang tetapi tidak masif. Dan belum ada penurunan signifikan terhadap industri migas,” ujarnya dalam acara Pertamina Energy Webinar Energizing the Energy Transition, Selasa (8/12/2020).
Sementara itu, berbeda dengan Exxon, perusahaan energi dari Eropa justru berpendapat energi baru terbarukan (EBT) akan masif dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga, ke depannya masyarakat tidak lagi bergantung pada industri minyak.
“Bagaimana perusahaan energi menghadapi tren global tersebut. Perusahaan energi Eropa tetap berpendapat bahwa energi baru terbarukan akan masif sehingga tidak bergantung selamanya kepada industri minyak dan migas,” jelasnya.
(Baca juga: Pandemi Pengaruhi Lanskap Energi, Pertamina Ungkap Lima Tren Global )
Meskipun berbeda pendapat, namun baik Exxon maupun perusahaan energi asal Eropa menyepakati satu hal yakni bahwa pemanfaatan batu bara akan berkurang di waktu mendatang. “Pandangan yang dari semua perusahaan energi dunia ini. Kita lihat pemanfaatan batu bara akan semakin berkurang,” jelasnya.
(ind)
Lihat Juga :