Berburu Vaksin, Sri Mulyani dan Terawan 'Lobi-lobi' Otoritas Jenewa
Selasa, 08 Desember 2020 - 15:49 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memastikan kerja sama bilateral di sektor kesehatan dengan otoritas sejumlah negara terus digalakan. Salah satu tujuan adalah menghadirkan vaksin Covid-19 .
Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Jenewa ihwal pengadaan vaksin multilateral.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Sri Mulyani telah mengirimkan vaccine request form kepada Covax Facility. Di mana, pengiriman dilakukan pada 7 Desember 2020 sesuai tenggat waktu yang disepakati bersama.
"Terdapat beberapa proses administrasi dan persiapan teknis yang harus dilakukan. Terutama oleh Kemenkes dan Kemenkeu. Salah satunya adalah pengiriman vaccine request form kepada Covax Facility. Pengiriman telah dilakukan pada 7 Desember sesuai tenggat waktu yang ditentukan," ujar Retno, dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga: Menlu Retno: Diplomasi Vaksin Terus Dilanjutkan untuk Kawal Vaksinasi )
Pemerintah juga tengah mempersiapkan ketersediaan alat diagnostic, therapeutic, dan vaksin untuk keperluan masyarakat. Di sisi ketersedian vaksin, pemerintah tengah menyiapkan kedatangan vaksin Sinovac 1,8 juta dosis pada akhir Desember 2020, 15 juta dosis vaksin berbentuk bahan baku.
Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Jenewa ihwal pengadaan vaksin multilateral.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Sri Mulyani telah mengirimkan vaccine request form kepada Covax Facility. Di mana, pengiriman dilakukan pada 7 Desember 2020 sesuai tenggat waktu yang disepakati bersama.
"Terdapat beberapa proses administrasi dan persiapan teknis yang harus dilakukan. Terutama oleh Kemenkes dan Kemenkeu. Salah satunya adalah pengiriman vaccine request form kepada Covax Facility. Pengiriman telah dilakukan pada 7 Desember sesuai tenggat waktu yang ditentukan," ujar Retno, dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga: Menlu Retno: Diplomasi Vaksin Terus Dilanjutkan untuk Kawal Vaksinasi )
Pemerintah juga tengah mempersiapkan ketersediaan alat diagnostic, therapeutic, dan vaksin untuk keperluan masyarakat. Di sisi ketersedian vaksin, pemerintah tengah menyiapkan kedatangan vaksin Sinovac 1,8 juta dosis pada akhir Desember 2020, 15 juta dosis vaksin berbentuk bahan baku.
Lihat Juga :