OJK Beri Sejumlah Catatan untuk Pengembangan BPD

Selasa, 08 Desember 2020 - 16:46 WIB
loading...
OJK Beri Sejumlah Catatan...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki beberapa catatan terkait perkembangan bank pembangunan daerah (BPD). Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki beberapa catatan terkait perkembangan bank pembangunan daerah (BPD) . Poin pertama, BPD harus menjunjung tinggi tata kelola (governance) dan integritas.

"Ini adalah pertama yang harus digarisbawahi, dicatat dan tidak boleh dilupakan. Karena apa? Karena berdasarkan privilege tadi itu tidak ada maknanya kalau governance dan integritas ini dilupakan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso secara virtual di Jakarta, Selasa (8/12/2020).

(Baca Juga: Bertahan di Tengah Pandemi, OJK Beri 'Tepuk Tangan' untuk BPD)

Menurut dia, governance dan integritas salah satu kunci penting karena bisnis perbankan merupakan bisnis kepercayaan. Wimboh menegaskan, keistimewaan BPD bisa hilang jika kepercayaan masyarakat hilang.
"Kalau itu tidak ada, privilage tidak ada, maka akan hilang sehingga BPD akan sulit berkembang," tandasnya.

Kedua, profesionalitas. Wimboh menyebut, BPD bisa bertahan di daerah dengan berbagai keistimewaan yang dimiliki. Namun, tanpa adanya profesionalitas, maka hal istimewa itu juga tidak akan ada gunanya.

"Jadi integritas nomor satu dan profesionalitas itu harus. Sehingga pengembangan sumber daya manusia BPD menjadi sangat penting. Sebab persaingan ini sudah semakin ketat," jelas Wimboh.

Dia menyebut, meskipun memiliki lokasi di daerah, BPD bisa saja tidak dapat bersaing dengan baik jika profesionalitas tidak teruji. "Nah profesionalitas ini penting untuk bisa menelurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita bisa marketing dengan baik, kita juga bisa melakukan pekerjaan lebih efisien dan ini sangat diperlukan," tegasnya.

(Baca Juga: Dihadang Pandemi, Kinerja Bank BPD Tetap Moncer)

Ketiga, kemampuan permodalan. Tanpa kemampuan permodalan yang cukup, maka BPD sulit menghasilkan produk-produk terbatas, dan pada akhirnya juga tidak bisa berkembang.

"Kita punya komitmen bersama bagaimana mengangkat BPD dengan fungsinya sebagai bank pembangunan daerah, namun di lain pihak juga harus tetap menjaga governance dan integritas, mematuhi seluruh perundang-undangan yang berlaku, ini semua patut kita garisbawahi," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
OJK Blak-blakan soal...
OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
BSSN-Asbanda Kolaborasi...
BSSN-Asbanda Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Rekomendasi
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved