Kemnaker Menggali Tantangan Penempatan Pekerja Migran
Rabu, 09 Desember 2020 - 02:51 WIB
loading...
A
A
A
Dalam peninjauan ini, para petugas Desmigratif juga menemui sejumlah PMI purna (mantan PMI). Salah satunya adalah Agus Sugiarto (42 tahun), mantan PMI di Jepang tahun 2002 hingga 2008.
(Baca Juga: Pekerja Ditolak Taiwan, Kemnaker Sebut Ada Kemungkinan Tertular Covid di Pesawat )
Agus mengatakan, sepulanganya bekerja sebagai pekerja migran, dirinya telah mencoba berbagai jenis usaha, tapi semuanya mengalami kegagalan. Hasil tabungannya selama bekerja di Jepang pun akhirnya ludes tanpa sisa. Padahal cita-citanya saat kembali dari Negeri Matahari Terbit adalah ingin menjadi pengusaha.
Setelah itu, pencanangan Desa Wisata Garongan di Sleman pada tahun 2008 pun tak diliriknya. Bersama tema-teman senasibnya eks PMI, Agus akhirnya mengembangkan konsep desa Wisata Garongan menjadi wisata edukasi sejak 2013.
Dengan potensi wisata minim dan 30 karyawan, Agus terus berjuang mengeksplorasi wisata kegiatan di Desa Garongan. “Sebelum pandemi, sepanjang 2019, sebanyak 23.000 wisatawan telah berkunjung ke Desa Garongan. Namun sejak pandemi 2020, menurun drastis karena tak ada satu pun pengunjung ke Desa Garongan,” ujar Agus.
(Baca Juga: Pekerja Ditolak Taiwan, Kemnaker Sebut Ada Kemungkinan Tertular Covid di Pesawat )
Agus mengatakan, sepulanganya bekerja sebagai pekerja migran, dirinya telah mencoba berbagai jenis usaha, tapi semuanya mengalami kegagalan. Hasil tabungannya selama bekerja di Jepang pun akhirnya ludes tanpa sisa. Padahal cita-citanya saat kembali dari Negeri Matahari Terbit adalah ingin menjadi pengusaha.
Setelah itu, pencanangan Desa Wisata Garongan di Sleman pada tahun 2008 pun tak diliriknya. Bersama tema-teman senasibnya eks PMI, Agus akhirnya mengembangkan konsep desa Wisata Garongan menjadi wisata edukasi sejak 2013.
Dengan potensi wisata minim dan 30 karyawan, Agus terus berjuang mengeksplorasi wisata kegiatan di Desa Garongan. “Sebelum pandemi, sepanjang 2019, sebanyak 23.000 wisatawan telah berkunjung ke Desa Garongan. Namun sejak pandemi 2020, menurun drastis karena tak ada satu pun pengunjung ke Desa Garongan,” ujar Agus.
(akr)
Lihat Juga :