RI Berpeluang Jadi Pemain Utama Perbankan Syariah di Tingkat Dunia
Rabu, 09 Desember 2020 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kinerja perbankan syariah sudah semakin membaik. Hal ini terlihat dari aset perbankan syariah yang lebih baik dibandingkan perbankan konvensional.
Baca Juga : Fintech Lending Bakal Diatur OJK, Asosiasi Beri Masukan
“Ini sedang dalam proses perbaikan penguatan perbankan termasuk pada Himbara. Perbankan syariah jauh lebih baik dibandingkan bank konvesional yaitu asetnya tumbuh 12,2%,” tandasnya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2020, aset perbankan syariah Indonesia telah mencapai Rp545,39 triliun atau tumbuh 9,22% secara year on year (yoy). Adapun, pembiayaan yang telah disalurkan perbankan syariah tumbuh 10,13% menjadi Rp377,53 triliun, sedangkan DPK tumbuh 8,99% menjadi Rp430,21 triliun.
Market share bank syariah saat ini 6,18%, sedangkan sisanya bank konvensional. Di industri perbankan syariah, bank umum syariah memiliki market share 65,33%, sedangkan unit usaha syariah 32,17% dan bank pembiayaan rakyat syariah 2,50%
Baca Juga : Fintech Lending Bakal Diatur OJK, Asosiasi Beri Masukan
“Ini sedang dalam proses perbaikan penguatan perbankan termasuk pada Himbara. Perbankan syariah jauh lebih baik dibandingkan bank konvesional yaitu asetnya tumbuh 12,2%,” tandasnya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2020, aset perbankan syariah Indonesia telah mencapai Rp545,39 triliun atau tumbuh 9,22% secara year on year (yoy). Adapun, pembiayaan yang telah disalurkan perbankan syariah tumbuh 10,13% menjadi Rp377,53 triliun, sedangkan DPK tumbuh 8,99% menjadi Rp430,21 triliun.
Market share bank syariah saat ini 6,18%, sedangkan sisanya bank konvensional. Di industri perbankan syariah, bank umum syariah memiliki market share 65,33%, sedangkan unit usaha syariah 32,17% dan bank pembiayaan rakyat syariah 2,50%
(her)
Lihat Juga :