Jelang Tutup Tahun, IHSG Berpeluang Alami Koreksi Sehat

Kamis, 10 Desember 2020 - 12:30 WIB
loading...
Jelang Tutup Tahun,...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami koreksi sehat. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Senior Manager Research Analyst PT Kresna Sekuritas, Robertus Yanuar Hadi mengatakan bahwa pergerakan indeks baik secara domestik, regional dan global terdapat adanya indikasi mengalami koreksi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini disebabkan adanya penguatan indeks yang telah terjadi dalam sepekan hingga sebulan belakangan.

Robertus menuturkan, akan sangat wajar jika hari ini atau dalam sepekan ini indeks, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) , akan mengalami koreksi sehat dan masih dalam besaran yang wajar.

"Sebenarnya wajar aja kalau di hari ini atau hari hari mendatang akan ada koreksi wajar. Namun, secara outlook ke depannya kita masih cukup optimis bahwa menjelang akhir tahun lebih banyak berita positifnya meskipun jumlah kasus Covid-19 masih terus meningkat baik di dalam negeri maupun luar negeri tapi kita udah melihat sudah datang vaksin batch pertama dan beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat sudah mulai melakukan imunisasi massal," ujar Robertus dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (10/12/2020).

(Baca juga: Setahun Setelah Pandemi Covid-19 Muncul di China, Inggris Mulai Vaksinasi )

Untuk level support dan resistance IHSG, Robertus menyampaikan bahwa level support akan berada di level 5.800-5.700, sementara untuk resistance akan berada di kisaran 6.000-6.300.

Jika bisa mencapai level tertinggi, tentunya hal ini akan menjadi sangat menarik karena dapat menjadi entry point kembali bagi para investor yang jangka waktunya bisa lebih lama atau bahkan memanfaatkan sentimen akhir tahun, window dressing dan Januari Effect nanti di bulan Januari 2021.

"Karena sepanjang sejarah masih cukup valid statistiknya membuktikan bahwa di bulan Desember dan Januari masih ada potensi penguatan yang bisa cukup signifikan untuk bisa dimanfaatkan investor baik jangka menengah maupun panjang," ucapnya.

(Baca juga: Diborong Negara Kaya, 10 Negara Miskin Tidak Dapat Vaksin Tahun Depan )

Di tengah situasi kenaikan saat ini, dia merekomendasikan kepada para investor untuk melakukan pembelian buy on weakness atau beli di harga bawah terhadap beberapa saham yang terdapat kesempatan untuk mengalami koreksi terlebih dahulu.

"Ini kesempatan untuk ambil lagi. Ada Bank Mandiri (BMRI), beberapa saham properti seperti Summarecon Agung (SMRA) dan beberapa saham blue chips dan second liner baik itu sektor pertambangan, perbankan, maupun properti menurut kami masih cukup menarik untuk bisa diperhatikan buy on weakness," kata dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved