Produksi GGRP Naik 35,73% di Triwulan Ketiga 2020
Kamis, 10 Desember 2020 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Pinjaman Jangka Pendek sejumlah USD 41.231.267 pada 30 September 2020 mengalami penurunan dibandingkan sejumlah USD 200.474.826 pada 31 Desember 2019 karena pembelian persediaan yang lebih rendah. Selain itu terdapat pergeseran persediaan pembelian dari menggunakan L/C menjadi utang usaha. “Dan timbulnya liabilitas sewa sejumlah USD 64.798.390 pada tanggal 30 September 2020 merupakan representasi sewa aset berasal dari implementasi PSAK 73,” kata Sangkaeng.
Sangkaeng menjelaskan, public expose diselenggarakan untuk memenuhi kewajiban GGRP sebagai perusahaan terbuka. Pubex GGRP sendiri dilaksanakan secara virtual, guna mendukung program pemerintah dalam memutus rantai pandemi Covid-19. Selain Direksi, public expose juga dihadiri perwakilan pemegang saham dan pihak-pihak terkait.
Untuk jajaran Direksi, selain Presiden Direktur Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, juga hadir Budi Raharjo Legowo (Direktur), dan Biplab Kumar Dutta (Direktur). Direksi juga menjelaskan dua momen penting dalam sejarah perusahaan pada 2019 dan 2020. Pertama, bahwa Perseroan terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 September 2019. Kedua, terkait transformasi logo perusahaan menjadi GRP Shaping Tomorrow pada 20 Oktober 2020.
“Dengan jajaran manajemen yang baru sebagai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tanggal 2 September 2020, diharapkan akan mampu mengantarkan Perseroan mengarungi situasi krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 ini,” kata Budi Raharjo Legowo.
Sementara dari segi transformasi, Perseroan dengan visi yang baru, diperkuat dengan strategi pertumbuhan secara mendalam dan menyeluruh. Menurut Budi, hal itu dilakukan melalui kolaborasi modernisasi dan ekspansi fasilitas produksi untuk meningkatkan efisiensi serta penelitian dan pengembangan dengan sistem dan mekanisme pengembangan produk yang baru sebelum investasi pada alat dan produk dengan teknologi terbaru.
Untuk meningkatkan transparansi dan sinergi, Perseroan melakukan transformasi yang didukung oleh IBM dan SAP Indonesia. Aplikasi ini ditargetkan akan selesai pada Q3 tahun 2021, sehingga akan menciptakan standarisasi proses dan mekanisme pada kinerja yang terstruktur, impelementasi global benchmark dan professional tools. “Selain itu juga otomatisasi dalam pemantauan, kontrol atas kinerja finansial dan peningkatan transparansi di seluruh unit bisnis,” lanjut Budi.
Sangkaeng menjelaskan, public expose diselenggarakan untuk memenuhi kewajiban GGRP sebagai perusahaan terbuka. Pubex GGRP sendiri dilaksanakan secara virtual, guna mendukung program pemerintah dalam memutus rantai pandemi Covid-19. Selain Direksi, public expose juga dihadiri perwakilan pemegang saham dan pihak-pihak terkait.
Untuk jajaran Direksi, selain Presiden Direktur Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, juga hadir Budi Raharjo Legowo (Direktur), dan Biplab Kumar Dutta (Direktur). Direksi juga menjelaskan dua momen penting dalam sejarah perusahaan pada 2019 dan 2020. Pertama, bahwa Perseroan terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 September 2019. Kedua, terkait transformasi logo perusahaan menjadi GRP Shaping Tomorrow pada 20 Oktober 2020.
“Dengan jajaran manajemen yang baru sebagai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tanggal 2 September 2020, diharapkan akan mampu mengantarkan Perseroan mengarungi situasi krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 ini,” kata Budi Raharjo Legowo.
Sementara dari segi transformasi, Perseroan dengan visi yang baru, diperkuat dengan strategi pertumbuhan secara mendalam dan menyeluruh. Menurut Budi, hal itu dilakukan melalui kolaborasi modernisasi dan ekspansi fasilitas produksi untuk meningkatkan efisiensi serta penelitian dan pengembangan dengan sistem dan mekanisme pengembangan produk yang baru sebelum investasi pada alat dan produk dengan teknologi terbaru.
Untuk meningkatkan transparansi dan sinergi, Perseroan melakukan transformasi yang didukung oleh IBM dan SAP Indonesia. Aplikasi ini ditargetkan akan selesai pada Q3 tahun 2021, sehingga akan menciptakan standarisasi proses dan mekanisme pada kinerja yang terstruktur, impelementasi global benchmark dan professional tools. “Selain itu juga otomatisasi dalam pemantauan, kontrol atas kinerja finansial dan peningkatan transparansi di seluruh unit bisnis,” lanjut Budi.
Lihat Juga :