Freeport Didekati Investor China untuk Bangun Smelter di Weda Bay, Halmahera
Jum'at, 11 Desember 2020 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Namun Orias mensyaratkan, bahwa biaya pembangunannya nanti harus lebih kecil dibanding hitungan awal di Gresik yang membutuhkan investasi sebesar USD3 miliar, di mana MIND ID selaku induk usaha harus menanggung beban USD1,2 miliar hingga USD1,5 miliar. Sedangkan jika smelter tersebut dibangun di Weda Bay, nilai proyeknya diperkirakan akan turun menjadi USD1,8 miliar.
“Jadi, kami mendukung (smelter di Halmahera). Tapi saat ini semua masih dalam tahap awal pembicaraan,” kata Orias dalam kesempatan yang sama.
(Baca Juga: BKPM Dibikin Happy Sekali, Investor Smelter Bangun Politeknik di Konawe )
Kesepakatan antara Freeport dengan Tsingshan nampaknya masih akan membutuhkan waktu lebih lama. "Kami mau melangkah cepat, tapi kita juga paham dalam waktu dekat ini dengan tsingshan akan hadapi dua kali tahun baru, sekarang februari (imlek) yang memang akan berdampak pada seberapa cepat keputusan-keputusan penting diambil," kata Orias.
Freeport sendiri hingga kini masih menanti keputusan final dari pemerintah, sambil terus melakukan pembicaraan dengan Tsingshan. Meskipun demikian, Tony Wenas mengatakan perusahaan nantinya akan memilih opsi yang paling ekonomis. “Kami tentu lebih prefer ke Halmahera,” ujar Tony masih dalam rapat tersebut.
“Jadi, kami mendukung (smelter di Halmahera). Tapi saat ini semua masih dalam tahap awal pembicaraan,” kata Orias dalam kesempatan yang sama.
(Baca Juga: BKPM Dibikin Happy Sekali, Investor Smelter Bangun Politeknik di Konawe )
Kesepakatan antara Freeport dengan Tsingshan nampaknya masih akan membutuhkan waktu lebih lama. "Kami mau melangkah cepat, tapi kita juga paham dalam waktu dekat ini dengan tsingshan akan hadapi dua kali tahun baru, sekarang februari (imlek) yang memang akan berdampak pada seberapa cepat keputusan-keputusan penting diambil," kata Orias.
Freeport sendiri hingga kini masih menanti keputusan final dari pemerintah, sambil terus melakukan pembicaraan dengan Tsingshan. Meskipun demikian, Tony Wenas mengatakan perusahaan nantinya akan memilih opsi yang paling ekonomis. “Kami tentu lebih prefer ke Halmahera,” ujar Tony masih dalam rapat tersebut.
(akr)
Lihat Juga :