Akhir 2020 Tinggal Menghitung Hari, BTN Tetap Tancap Gas Tatap 2021
Selasa, 15 Desember 2020 - 23:57 WIB
loading...
A
A
A
Akhir tahun 2020, lanjut Nixon, sejumlah target lainnya seperti pencapaian Dana Pihak Ketiga atau DPK juga diproyeksikan akan senada dengan capaian laba perseroan. “Yang pasti, rasio dana murah atau CASA ( current account and saving account) semakin membaik atau mencapai kurang lebih 40 persen pada bulan November, lebih baik dari Oktober yang ada di kisaran 37 persen,” kata Nixon.
Keberhasilan Bank BTN mencapai target-targetnya ditempuh dengan strategi yang terukur dan sektor perumahan yang menjadi fokus bisnis perseroan tidak terlalu terdampak pandemic covid-19. Seperti yang telah disampaikan, Bank yang menguasai pangsa pasar KPR sebesar 40% ini melakukan pembenahan business process, memperbaiki sejumlah kebijakan, termasuk policy risk, meningkatkan kepuasan nasabah serta melakukan upgrading infrastructure digitalisasi untuk produk DPK tapi juga KPR.
(Baca Juga: Cuan 2021, Nantikan Tambahan Stimulus Sektor Perumahan dari Pemerintah )
Di tengah pandemi, menurut Nixon dukungan pemerintah dioptimalkan dengan baik oleh Bank BTN, misalnya penyaluran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan dana subsidi perumahan.
“Pemerintah menempatkan dana di Bank BTN sebesar Rp 10 triliun. Hal itu guna mendorong sektor perbankan khususnya sektor perumahan. Hingga November 2020, Bank BTN telah berhasil merealisasikan Rp 25,6 triliun, hampir mencapai target yang sebesar Rp 30 triliun yang sebagian besar mengalir ke KPR,” kata Nixon.
Untuk tahun 2021, Bank yang baru-baru ini merayakan HUT KPR ke 44 mematok target laba pada kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp 2,8triliun. Target tersebut akan dicapai dengan stratyegi pertumbuhan kredit antara 7 -9 persen dengan DPK yang tumbuh pada kisaran yang sama.
Keberhasilan Bank BTN mencapai target-targetnya ditempuh dengan strategi yang terukur dan sektor perumahan yang menjadi fokus bisnis perseroan tidak terlalu terdampak pandemic covid-19. Seperti yang telah disampaikan, Bank yang menguasai pangsa pasar KPR sebesar 40% ini melakukan pembenahan business process, memperbaiki sejumlah kebijakan, termasuk policy risk, meningkatkan kepuasan nasabah serta melakukan upgrading infrastructure digitalisasi untuk produk DPK tapi juga KPR.
(Baca Juga: Cuan 2021, Nantikan Tambahan Stimulus Sektor Perumahan dari Pemerintah )
Di tengah pandemi, menurut Nixon dukungan pemerintah dioptimalkan dengan baik oleh Bank BTN, misalnya penyaluran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan dana subsidi perumahan.
“Pemerintah menempatkan dana di Bank BTN sebesar Rp 10 triliun. Hal itu guna mendorong sektor perbankan khususnya sektor perumahan. Hingga November 2020, Bank BTN telah berhasil merealisasikan Rp 25,6 triliun, hampir mencapai target yang sebesar Rp 30 triliun yang sebagian besar mengalir ke KPR,” kata Nixon.
Untuk tahun 2021, Bank yang baru-baru ini merayakan HUT KPR ke 44 mematok target laba pada kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp 2,8triliun. Target tersebut akan dicapai dengan stratyegi pertumbuhan kredit antara 7 -9 persen dengan DPK yang tumbuh pada kisaran yang sama.
Lihat Juga :