Emiten Properti, Repower Incar Prapenjualan Rp147,96 Miliar
Rabu, 16 Desember 2020 - 10:15 WIB
loading...
foto/dok
A
A
A
JAKARTA - PT Repower Asia Indonesia Tbk (Repower) optimistis pasar properti 2021 akan bangkit setelah melemah akibat pandemi Covid-19 pada 2020. Karena itu, perseroan menargetkan prapenjualan (marketing sales) 2021 sebesar Rp147,96 miliar.
“Kami optimistis pasar properti bangkit pada 2021 seiring dengan sejumlah indikator makro ekonomi dan penanganan Covid-19 yang cukup baik oleh pemerintah dengan menghadirkan vaksin,” kata Direktur Utama Repower Asia Indonesia Aulia Firdaus, dalam paparan publik virtual, kemarin. (Baca: Ketika Musibah Datang Sebagai Peringatan)
Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia, tambah dia, juga ikut memengaruhi geliat industri properti tahun 2021. Selain itu, lahirnya Undang-undang Cipta Kerja juga ikut menambah optimisme dunia usaha.
Dia menambahkan, gairah itu menguat bila melihat data publikasi dari Building Construction & Infrastructure (BCI Asia) yang menyatakan bahwa pada 2021, nilai konstruksi kategori residensial melonjak 48,71% menjadi Rp52,46 triliun dibandingkan tahun 2020. Lalu, data itu juga menyebutkan bahwa Jabodetabek memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp27,76 triliun atau 53% dari total proyek konstruksi residensial.
“Karena itu, kami optimistis terus melanjutkan proyek-proyek di Jabodetabek, terutama proyek residensial tapak. Tahun 2021, kami menyiapkan capex Rp64,05 miliar,” tandasnya. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat)
“Kami optimistis pasar properti bangkit pada 2021 seiring dengan sejumlah indikator makro ekonomi dan penanganan Covid-19 yang cukup baik oleh pemerintah dengan menghadirkan vaksin,” kata Direktur Utama Repower Asia Indonesia Aulia Firdaus, dalam paparan publik virtual, kemarin. (Baca: Ketika Musibah Datang Sebagai Peringatan)
Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia, tambah dia, juga ikut memengaruhi geliat industri properti tahun 2021. Selain itu, lahirnya Undang-undang Cipta Kerja juga ikut menambah optimisme dunia usaha.
Dia menambahkan, gairah itu menguat bila melihat data publikasi dari Building Construction & Infrastructure (BCI Asia) yang menyatakan bahwa pada 2021, nilai konstruksi kategori residensial melonjak 48,71% menjadi Rp52,46 triliun dibandingkan tahun 2020. Lalu, data itu juga menyebutkan bahwa Jabodetabek memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp27,76 triliun atau 53% dari total proyek konstruksi residensial.
“Karena itu, kami optimistis terus melanjutkan proyek-proyek di Jabodetabek, terutama proyek residensial tapak. Tahun 2021, kami menyiapkan capex Rp64,05 miliar,” tandasnya. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat)
Lihat Juga :