Wirausaha Bangkitkan Ekonomi di Era Pandemi

Rabu, 16 Desember 2020 - 10:40 WIB
loading...
Wirausaha Bangkitkan...
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan (kiri) bersama Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi MPR Budi Muliawan pada acara Media Expert Meeting di Bogor,Jawa Barat, Senin (14/12/2020). Foto/Koran SINDO/Abdul Rochim
A A A
BOGOR - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menilai pentingnya dilakukan Gerakan Kewirausahaan Nasional agar perekonomian Indonesia bisa segera bangkit dari resesi ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

“Kita mendorong agar Gerakan Kewirausahaan Nasional. Ini adalah kunci bagaimana kita bisa keluar dari resesi ini. Saya percaya bahwa Indonesia masih memiliki posisi tawar yang tinggi,” ujarnya pada acara Media Expert Meeting di Bogor, Jawa Barat, kemarin. (Baca: Ketika Musibah Datang sebagai Peringatan)

Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan masih banyak masyarakat yang sebelum pandemi terjadi memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi suatu produk tertentu sehingga saat ini ketika pandemi, mereka belum bisa terlepas dari kebiasaan mengonsumsi produk tersebut meski kondisi perekonomian sedang sulit.

Karena itu, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus bisa menciptakan produk yang dibutuhkan masyarakat sehingga perekonomian masih tetap akan bisa tumbuh. “Tentunya dengan berbagai bantuan kredit dan sebagainya, Gerakan Kewirausahaan Nasional ini bisa mendukung untuk meningkatkan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Di sisi lain, politikus Partai Demokrat ini menekankan pentingnya pendampingan oleh pemerintah terhadap para pelaku UMKM. “Pendampingan usaha ini penting karena mereka dalam bekerja ini perlu ada supervisi. Jangan pernah berhenti, pendampingan itu harus terus dilakukan. Sebab apa, misalnya, kita membuat suatu produk, kita jelaskan apa yang menyebabkan produsen agar tetap berproduksi sesuai dengan keinginan para konsumen,” ujarnya. (Baca juga: Peneliti UI Beberkan Hasil Riset PJJ Selama Pandemi Covid-19)

Dari sisi pemasaran produk, misalnya, UMKM perlu diberikan pendampingan. Misalnya sekarang sedang tren penjualan secara online, tetapi secara offline tidak bisa ditinggalkan agar tetap tumbuh.

Dia mencontohkan di Cianjur, ada UMKM yang memproduksi lampu hias dengan kualitas tinggi. Kalau misalnya produk tersebut bisa digunakan di berbagai hotel di Indonesia dengan dukungan dari pemerintah, itu akan luar biasa.

Pihaknya juga mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk terus berbelanja sehingga ada perputaran ekonomi. Dengan begitu, produk UMKM bisa tetap terserap dengan baik.

“Niah kalau itu semua dilakukan, saya pikir insya Allah kita akan keluar dari resesi ekonomi yang melanda kita,” tuturnya. (Baca juga: 2 Olahraga Mudah untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat)

Selain mendorong peningkatan UMKM, Syarief Hasan juga menekankan pentingnya mempermudah persyaratan berdirinya koperasi. Misalnya, jika sebelumnya syarat keanggotaan 25 orang, bisa dikurangi menjadi cukup sembilan orang.

Syarief Hasan mengatakan saat ini sebenarnya jumlah koperasi di Indonesia sudah cukup banyak, lebih dari 200.000 unit. Dari jumlah itu, sekitar 30-40% memang sudah tidak aktif. “Nah yang tidak aktif itu perlu untuk kita aktifkan kembali sehingga tidak perlu membuat koperasi baru lagi,” katanya.

Sebab, koperasi-koperasi yang tidak aktif itu sebenarnya hanya tidak aktif dari sisi laporannya, tetapi secara konstitusi tetap. Dirinya pun mendorong ada Gerakan Koperasi. (Lihat videonya: Tips Aman Berwisata ke Pantai Saat Pandemi)

Selama ini, koperasi yang tidak melaporkan hasil rapat anggotanya maka dia langsung masuk kriteria yang tidak aktif. “Kita harus memberikan toleransi karena kadang mereka berpikir kerja, kerja, kerja, tapi malas bikin laporannya,” katanya. (Abdul Rochim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved