Penguatan Harga Emas Diprediksi Berlanjut Hingga Tahun Depan

Rabu, 16 Desember 2020 - 22:27 WIB
loading...
Penguatan Harga Emas...
Ilustrasi emas. Foto/Dok SINDOphoto/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Penguatan harga emas diprediksi masih akan berlanjut. Senior Investment Strategist, OCBC Bank Vasu Menon memperkirakan kebijakan reflasi pasca pemilu akan mendukung emas.

Suku bunga riil yang lebih rendah juga akan positif untuk emas. "Tingkat riil dapat turun jika pasar percaya bahwa ekonomi akan pulih dengan dukungan lebih The Fed untuk ekonomi di tengah pemerintah yang mengalami kebuntuan," ujar Menon di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

(Baca juga: Ganjar Pemenang Video Pernak-pernik Unik, Mendag: Dorong Pemasaran Digital UKM )

Sementara itu prospek inflasi yang lebih tinggi akan menguntungkan emas sebagai pelindung nilai inflasi. "Kami positif terhadap emas karena bank sentral dapat mencetak uang tetapi tidak emas," ucap dia.

Di sisi lain, gelombang besar kedua covid-19 dapat menyebabkan lebih banyak stimulus bank sentral. Ketika bank sentral meningkatkan pelonggaran kuantitatif, lanjut dia, kekhawatiran penurunan nilai mata uang akan mendorong emas lebih tinggi terhadap mata uang utama seperti USD, EUR, dan AUD.

(Baca juga: Tukar Segera! 6 Pecahan Rupiah Lama Ini Bakal Hangus Akhir Tahun )

Adapun permintaan pasar negara berkembang untuk perhiasan emas dapat menguat seiring dengan peningkatan pertumbuhan. Satu titik terang adalah China di mana peningkatan basis pertumbuhan menjadi lebih luas.

Menurut Menon, vaksin yang tersedia secara luas akan membuat kita lebih berhati-hati terhadap prospek emas, tetapi itu lebih menjadi perhatian untuk tahun 2022 atau seterusnya. "Kami terus memperkirakan harga emas akan naik menjadi USD2150 per ons dalam waktu satu tahun," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Rekomendasi
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Berita Terkini
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved