Berkat Digitalisasi, Soetta Naik Peringkat ke-35 di Daftar Bandara Terbaik Dunia
Kamis, 14 Mei 2020 - 00:14 WIB
loading...
A
A
A
“Setiap tahunnya pengembangan dilakukan di Soekarno-Hatta sehingga traveler merasa nyaman serta puas terhadap layanan dan fasilitas yang ada. Ini juga tidak lepas dari peran seluruh stakeholder di Soekarno-Hatta. Kerja sama dan kerja keras para stakeholder mendapat pengakuan dari traveler,” ujar Awaluddin di Jakarta, Rabu (13/5/2020)
Lebih lanjut Ia menjelaskan, semakin membaiknya peringkat Soekarno-Hatta merupakan hasil dari transformasi digital yang dicanangkan perseroan sejak 2016. Konsep yang diusung perseroan adalah Digitally Ready Enterprise dengan memanfaatkan state of the art technology.
“Soekarno-Hatta menjadi tempat dalam mengembangkan platform digital untuk pelayanan, fasilitas dan operasional sebelum nantinya digunakan di bandara lain. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan menjadi The Best Smart Connected Airport Operator in Region. Kami berkomitmen memberikan yang terbaik melalui digital platform untuk menghadirkan airport digital journey experience bagi masyarakat,” jelas Awaluddin.
Implementasi transformasi digital yang mendukung Soekarno-Hatta menjadi Smart Connected Airport guna menjaga kenyaman dan kelancaran operasional, antara lain: Airport Operation Control Center (AOCC), Terminal Operation Center (TOC), aplikasi iPerform, Digital Droid, i-Millennial Airport Travel Experience (i-Mate Lounge), dan lainnya.
Transportasi publik yang beroperasi di Soekarno-Hatta juga masuk dalam kategori modern dan mengandalkan kecanggihan teknologi seperti Skytrain, Kereta Bandara, hingga taksi listrik. Guna meningkatkan layanan, Soekarno-Hatta juga mengoperasikan sejumlah peralatan otonom (autonomous equipment) seperti mesin pembersih lantai berbasis robot (robotic scrubber drier) dan digital droid yakni robot DiLo yang bisa berperan selayaknya customer service.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, semakin membaiknya peringkat Soekarno-Hatta merupakan hasil dari transformasi digital yang dicanangkan perseroan sejak 2016. Konsep yang diusung perseroan adalah Digitally Ready Enterprise dengan memanfaatkan state of the art technology.
“Soekarno-Hatta menjadi tempat dalam mengembangkan platform digital untuk pelayanan, fasilitas dan operasional sebelum nantinya digunakan di bandara lain. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan menjadi The Best Smart Connected Airport Operator in Region. Kami berkomitmen memberikan yang terbaik melalui digital platform untuk menghadirkan airport digital journey experience bagi masyarakat,” jelas Awaluddin.
Implementasi transformasi digital yang mendukung Soekarno-Hatta menjadi Smart Connected Airport guna menjaga kenyaman dan kelancaran operasional, antara lain: Airport Operation Control Center (AOCC), Terminal Operation Center (TOC), aplikasi iPerform, Digital Droid, i-Millennial Airport Travel Experience (i-Mate Lounge), dan lainnya.
Transportasi publik yang beroperasi di Soekarno-Hatta juga masuk dalam kategori modern dan mengandalkan kecanggihan teknologi seperti Skytrain, Kereta Bandara, hingga taksi listrik. Guna meningkatkan layanan, Soekarno-Hatta juga mengoperasikan sejumlah peralatan otonom (autonomous equipment) seperti mesin pembersih lantai berbasis robot (robotic scrubber drier) dan digital droid yakni robot DiLo yang bisa berperan selayaknya customer service.
Lihat Juga :