Obligasi Korporasi Lebih Menggiurkan Dibanding Punya Pemerintah
Senin, 21 Desember 2020 - 23:12 WIB
loading...
A
A
A
Makanya, untuk memitigasi risiko, analisa fundamental menjadi sangat penting dalam memilih obligasi korporasi yang bagus. "Secara internal kami memiliki tim analis yang berpengalaman dan secara reguler melakukan pemantauan pada emiten yang ada dalam portofolio kami untuk memastikan kondisi emiten tetap sehat," jelasnya.
Pasar obligasi mencatat kinerja yang baik tahun 2020 ini, mengacu pada indeks obligasi BINDO per akhir November pasar obligasi mencatat penguatan 12,68%. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, kelas aset obligasi menjadi salah satu pilihan bagi investor untuk mengurangi tingkat risiko portofolio. ( Baca juga:Inggris: Virus Covid-19 Jenis Baru Mungkin Sudah Menyebar ke Wilayah Lain )
Secara umum kinerja pasar obligasi didukung oleh beberapa faktor seperti tren penurunan suku bunga secara global termasuk di Indonesia. Faktor berikutnya adalah stimulus dari bank sentral yang meningkatkan likuiditas di sistem finansial. Tingginya likuiditas di sistem finansial meningkatkan permintaan untuk obligasi, karena perbankan yang mengalami kelebihan likuiditas dapat memarkir dananya di obligasi.
Sedangkan faktor ketiga adalah bank sentral dan pemerintah yang berhasil menjaga kredibilitas. Peranan otoritas dan regulator dalam menerapkan kebijakan yang tepat dan kredibel sangat penting untuk menjaga keyakinan pasar di tengah kondisi pasar yang volatil. Secara umum pemerintah dan Bank Indonesia berhasil melakukan hal tersebut, terlihat dari permintaan investor domestik yang kuat dan investor asing yang mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia.
Pasar obligasi mencatat kinerja yang baik tahun 2020 ini, mengacu pada indeks obligasi BINDO per akhir November pasar obligasi mencatat penguatan 12,68%. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, kelas aset obligasi menjadi salah satu pilihan bagi investor untuk mengurangi tingkat risiko portofolio. ( Baca juga:Inggris: Virus Covid-19 Jenis Baru Mungkin Sudah Menyebar ke Wilayah Lain )
Secara umum kinerja pasar obligasi didukung oleh beberapa faktor seperti tren penurunan suku bunga secara global termasuk di Indonesia. Faktor berikutnya adalah stimulus dari bank sentral yang meningkatkan likuiditas di sistem finansial. Tingginya likuiditas di sistem finansial meningkatkan permintaan untuk obligasi, karena perbankan yang mengalami kelebihan likuiditas dapat memarkir dananya di obligasi.
Sedangkan faktor ketiga adalah bank sentral dan pemerintah yang berhasil menjaga kredibilitas. Peranan otoritas dan regulator dalam menerapkan kebijakan yang tepat dan kredibel sangat penting untuk menjaga keyakinan pasar di tengah kondisi pasar yang volatil. Secara umum pemerintah dan Bank Indonesia berhasil melakukan hal tersebut, terlihat dari permintaan investor domestik yang kuat dan investor asing yang mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia.
(uka)
Lihat Juga :