Pemulihan Ekonomi Global Masih Terbatas, Hanya China yang Diramal Tumbuh Positif
Rabu, 23 Desember 2020 - 05:25 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, yang ingin kami sampaikan saat ini adalah bahwa tantangan global memang sangat besar dan masih akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Sehingga penting bagi kita untuk terus waspada, terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola perekonomian dan bisnis,serta selalu melihat peluang di tengah krisis sebagai antisipasi kita ketika memasuki fase pemulihan ekonomi kelak," kata Pandji saat economic outlook di Jakarta, Selasa (22/12/2020).
(Baca juga: Pelaku Bisnis Pede Cetak Kenaikan Pendapatan di 2021 )
IMF juga menyebutkan dalam laporan terakhirnya bahwa ekonomi global akan terkontraksi 4,4% tahun 2020 sebelum kemudian kembali positif di 5,2% tahun 2021.
Negara maju mengalami kontraksi yang lebih dalam tahun ini dibandingkan dengan negara berkembang yang memang masih memiliki sumber pertumbuhan dari perekonomian domestiknya.
"Pemulihan ekonomi global memang sudah mulai terlihat pada beberapa negara, namun situasi perkembangan penularan Covid-19 yang masih naik turun memang membatasi fase pemulihan yang lebih agresif," jelas pandji. Saat ini, menurut dia, hanya China, negara besar yang diperkirakan mampu mencatatkan pertumbuhan positif di 2020.
(Baca juga: Pelaku Bisnis Pede Cetak Kenaikan Pendapatan di 2021 )
IMF juga menyebutkan dalam laporan terakhirnya bahwa ekonomi global akan terkontraksi 4,4% tahun 2020 sebelum kemudian kembali positif di 5,2% tahun 2021.
Negara maju mengalami kontraksi yang lebih dalam tahun ini dibandingkan dengan negara berkembang yang memang masih memiliki sumber pertumbuhan dari perekonomian domestiknya.
"Pemulihan ekonomi global memang sudah mulai terlihat pada beberapa negara, namun situasi perkembangan penularan Covid-19 yang masih naik turun memang membatasi fase pemulihan yang lebih agresif," jelas pandji. Saat ini, menurut dia, hanya China, negara besar yang diperkirakan mampu mencatatkan pertumbuhan positif di 2020.
(ind)
Lihat Juga :