Kisah Pelaku Wisata Lombok Terpaksa Banting Setir Demi Bertahan Hidup

Kamis, 24 Desember 2020 - 14:47 WIB
loading...
A A A
Dirinya mengaku baru mulai aktif menenun kembali dalam dua bulan terakhir. Waktu yang dihabiskannya untuk menenun dalam sehari sekitar 8 jam. Sejak pandemi dia juga harus bekerja menggarap sawah demi menyambung hidup. Alih profesi ini marak dilakoni hampir seluruh pekerja pariwisata lainnya juga. "Saya bekerja di sawah karena tidak ada yang membeli kain," katanya.

Cerita perjuangan lainnya adalah Farouk Verdian yang sebelum pandemi telah berkarir sebagai front office manager di Hotel Origin, kawasan Mandalika. Namun akibat pandemi nasibnya berubah dan langsung dirumahkan dari bulan Maret lalu. "Saya jalani apapun yang penting bisa bertahan. Mulai dari kurir makanan, jadi dosen panggilan, jualan ikan cupang, sembako, pokoknya semua," kata Farouk.

Dia mengakui mayoritas pekerja pariwisata di Lombok terpaksa banting setir demi mencari penghidupan. Meskipun sebagian kecil juga masih ada yang masih bisa bekerja di hotel. "Mereka yang bertahan pun mendapat gaji tidak 100%. Mereka hanya dapat 25-50% per bulan," ceritanya.

Menurutnya pelaku bisnis hotel di Lombok saat ini lebih fokus berjualan untuk segmen domestik.
Meskipun pada bulan November terlihat ramai wisawatan ke Lombok namun ada faktor kegiatan meeting lembaga pemerintahan untuk mengejar penyerapan anggaran. "Bulan Desember sampai Maret di Lombok dan Bali pasti mulai bingung bagaimana mereka cara menjual kamar-kamar," terangnya.

Lebih lanjut dia menceritakan hotel-hotel di Lombok sekarang umumnya sudah lulus sertifikasi protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (cleanliness, health, safety, Environment/CHSE). Namun tetap saja itu tidak serta merta menjadi jawaban. "Karena tamu yang akan menginap tidak ada. Teman-teman agen travel di Lombok semua jual asetnya. Malah ada yang jadi petani," tambahnya.

Tren wisatawan lebih ramai ke Bali menurutnya wajar karena di Bali lebih banyak pilihan ragam hotel dan wisata. Namun tetap saja industri pariwisata harus banting harga serendah mungkin. "Sekarang yang penting bisa nutup operasional saja. Bali malah sangat berdampak dibandingkan Lombok. Karena Bali banyak bergantung pada wisatawan internasional," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lombok Selatan Jadi...
Lombok Selatan Jadi Magnet Investasi Properti dan Hospitality
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Dikepung Blokade AS,...
Dikepung Blokade AS, Indonesia Dukung Hak Lintas Tanker Iran di Selat Lombok
Jasaraharja Putera Perkokoh...
Jasaraharja Putera Perkokoh Kolaborasi Tata Kelola Risiko Pariwisata Labuhan Bajo
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Rekomendasi
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
Berita Terkini
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved