Harga Minyak Mentah Bakal Baik, Harga BBM Tak Perlu Turun
Kamis, 14 Mei 2020 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Hal lain yang menjadi pertimbangan, harga jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan di bulan Januari pada kisaran Rp300 per liter hingga Rp1.750 per liter dan bulan Februari pada kisaran Rp50 per liter hingga Rp300 per liter.
Namun, di tengah kondisi seperti itu, Pertamina terus mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Public Service Obligations (PSO) seperti BBM Satu Harga, menyalurkan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). “Walaupun pemerintah belum juga menurunkan harga, namun BBM di Tanah Air masih kompetitif di kawasan Asia Tenggara,” tandas dia. (Baca Juga : Pertamina Dorong Masyarakat Beli BBM Selagi Diskon 30% )
Dia mengatakan bahwa produk BBM seperti solar dan premium juga masih diberikan subsidi dan kompensasi. Dalam APBN, subsidi energi sekitar Rp150 triliun, yang antara lain untuk BBM sekitar Rp16-18 triliun.
“Nah, kita lihat di kawasan Asean, relatif harga BBM kita hanya lebih mahal dibanding Malaysia. Artinya, kalau harga kita terus turun, maka kita menjadikan orang boros,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Ekonom Konstitusi Defiyan Cori. Pihaknya mengatakan, sebaiknya harga BBM tidak diturunkan meski harga minyak dunia melemah.
Selain karena hasil penjualan BBM Pertamina rendah selama pandemi Covid-19, harga minyak mentah diprediksi menguat setelah berakhirnya pandemi. Bahkan pihaknya meyakini Pemerintah akan kesulitan menaikkan harga BBM setelah harga minyak merangkak naik. “Jadi saya pikir status quo saja harga BBM itu dan meyakinkan masyarakat supaya BUMN strategis kita juga diselamatkan,” ujar dia.
Namun, di tengah kondisi seperti itu, Pertamina terus mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Public Service Obligations (PSO) seperti BBM Satu Harga, menyalurkan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). “Walaupun pemerintah belum juga menurunkan harga, namun BBM di Tanah Air masih kompetitif di kawasan Asia Tenggara,” tandas dia. (Baca Juga : Pertamina Dorong Masyarakat Beli BBM Selagi Diskon 30% )
Dia mengatakan bahwa produk BBM seperti solar dan premium juga masih diberikan subsidi dan kompensasi. Dalam APBN, subsidi energi sekitar Rp150 triliun, yang antara lain untuk BBM sekitar Rp16-18 triliun.
“Nah, kita lihat di kawasan Asean, relatif harga BBM kita hanya lebih mahal dibanding Malaysia. Artinya, kalau harga kita terus turun, maka kita menjadikan orang boros,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Ekonom Konstitusi Defiyan Cori. Pihaknya mengatakan, sebaiknya harga BBM tidak diturunkan meski harga minyak dunia melemah.
Selain karena hasil penjualan BBM Pertamina rendah selama pandemi Covid-19, harga minyak mentah diprediksi menguat setelah berakhirnya pandemi. Bahkan pihaknya meyakini Pemerintah akan kesulitan menaikkan harga BBM setelah harga minyak merangkak naik. “Jadi saya pikir status quo saja harga BBM itu dan meyakinkan masyarakat supaya BUMN strategis kita juga diselamatkan,” ujar dia.
Lihat Juga :