Harga Minyak Mentah Bakal Baik, Harga BBM Tak Perlu Turun

Kamis, 14 Mei 2020 - 11:01 WIB
loading...
Harga Minyak Mentah...
Akibat pandemi Covid-19, permintaan BBM turun drastis secara nasional hingga 34%. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah kalangan menilai tidak turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah anjloknya harga minyak mentah global sudah tepat. Pasalnya, harga minyak diprediksi bakal kembali melonjak setelah sejumlah negara melonggarkan karantina wilayah.

“Kita tahu sejumlah negara telah melonggarkan karantina wilayah sehingga dimungkinkan harga minyak akan kembali naik. Seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan sebagian negara Eropa mulai melonggarkan aktifitasnya,” ujar Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, harga minyak akan terus merangkak naik sampai akhir tahun disamping juga pengaruh terhadap kesepakatan pemangkasan produksi 9,7 juta barel negara-negara OPEC dan non OPEC. Pihaknya memprediksi harga minyak akan terus merangkak naik hingga USD40 per barel. “Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih belum stabil sehingga berpengaruh besar terhadap penentu formula harga BBM,” kata dia.

Di sisi lain, harga BBM di Indonesia merupakan salah satu yang termurah diantara negara-negara ASEAN dan beberapa negara di dunia. Sebagai contoh, untuk BBM RON 90 di Indonesia yang harganya ditetapkan Rp7.650 per liter, di negara lain seperti Thailand ditetapkan Rp7.810 per liter dan Filipina Rp10.002 per liter. Bahkan di Laos setara dengan Rp14.745 per liter.

Saat ini volume penjualan BBM di Indonesia juga turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 yaitu bulan Januari hingga Februari.

Tak sampai disitu, saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, Pertamina juga menghadapi tekanan berat. Hal itu bisa dilihat, dari permintaan yang turun drastis secara nasional hingga 34%, bahkan di Jakarta sampai 54%.

Hal lain yang menjadi pertimbangan, harga jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan di bulan Januari pada kisaran Rp300 per liter hingga Rp1.750 per liter dan bulan Februari pada kisaran Rp50 per liter hingga Rp300 per liter.

Namun, di tengah kondisi seperti itu, Pertamina terus mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Public Service Obligations (PSO) seperti BBM Satu Harga, menyalurkan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). “Walaupun pemerintah belum juga menurunkan harga, namun BBM di Tanah Air masih kompetitif di kawasan Asia Tenggara,” tandas dia. (Baca Juga : Pertamina Dorong Masyarakat Beli BBM Selagi Diskon 30% )

Dia mengatakan bahwa produk BBM seperti solar dan premium juga masih diberikan subsidi dan kompensasi. Dalam APBN, subsidi energi sekitar Rp150 triliun, yang antara lain untuk BBM sekitar Rp16-18 triliun.

“Nah, kita lihat di kawasan Asean, relatif harga BBM kita hanya lebih mahal dibanding Malaysia. Artinya, kalau harga kita terus turun, maka kita menjadikan orang boros,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Ekonom Konstitusi Defiyan Cori. Pihaknya mengatakan, sebaiknya harga BBM tidak diturunkan meski harga minyak dunia melemah.

Selain karena hasil penjualan BBM Pertamina rendah selama pandemi Covid-19, harga minyak mentah diprediksi menguat setelah berakhirnya pandemi. Bahkan pihaknya meyakini Pemerintah akan kesulitan menaikkan harga BBM setelah harga minyak merangkak naik. “Jadi saya pikir status quo saja harga BBM itu dan meyakinkan masyarakat supaya BUMN strategis kita juga diselamatkan,” ujar dia.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina menjelaskan harga BBM ditentukan oleh beberapa faktor yakni antara lain harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar, inflasi dan lain-lain.

Dengan demikan, kata Fajriyah, Pertamina terus memantau pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dollar sebagai faktor utama yang menentukan harga BBM.

Pada prinsipnya, Pertamina selaku operator akan menyesuaikan dengan peraturan pemerintah. Adapun saat ini harga BBM mengacu pada ketentuan dari Kementerian ESDM.

Sebagai informasi, Pertamina sudah melakukan penurunan harga BBM non subsidi sejak Februari lalu dan harga BBM Pertamina yang berlaku saat ini masih kompetitif. Pertamina akan melakukan penyesuaian harga jika nantinya terdapat perubahan peraturan atau kebijakan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Temui Konstituen, Misbakhun...
Temui Konstituen, Misbakhun Beber Upaya Prabowo dan Bahlil Pertahankan BBM Bersubsidi
Rekomendasi
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Infografis
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Saat Nataru 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved