Cetak Laba Rp8,17 Triliun, Kinerja BRI Tetap Stabil di Tengah Pandemi
Kamis, 14 Mei 2020 - 11:42 WIB
loading...
Bank BRI mencatatkan kinerja yang stabil hingga akhir kuartal I/2020 di tengah pandemi corona. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan kinerja yang stabil hingga akhir kuartal I/2020 di tengah pandemi corona (Covid-19) yang merebak sejak awal tahun. Pencapaian tersebut dibarengi perseroan dengan terus fokus untuk menyelamatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan, kredit BRI mampu tumbuh diatas rata rata industri hingga akhir kuartal I/2020. Secara konsolidasian, Bank BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp930,73 Triliun atau tumbuh double digit sebesar 10,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp845,72 Triliun.
"Ini lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit industri sebesar 7,95% di bulan Maret 2020,” ujar Sunarso dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (13/5/2020). (Baca Juga : 134 Ribu Pelaku UMKM Dapatkan Relaksasi dari BRI )
Komposisi kredit UMKM BRI dibanding total kredit BRI pun merangkak naik dari 77,37% di kuartal I/2019 menjadi 78,31% pada kuartal I/2020. Ini merupakan salah satu bentuk upaya perseroan sebagai langkah countercyclical terhadap UMKM agar roda perekonomian terus berputar.
“BRI mampu tetap tumbuh melalui selective growth dan prudent dalam menyalurkan fasilitas pinjaman. Hal ini tercermin dari pengelolaan rasio kredit bermasalah BRI, dimana pada akhir Maret 2020 NPL BRI tercatat 3% jauh dibawah batas maksimal NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5%,” urai Sunarso.
Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan, kredit BRI mampu tumbuh diatas rata rata industri hingga akhir kuartal I/2020. Secara konsolidasian, Bank BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp930,73 Triliun atau tumbuh double digit sebesar 10,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp845,72 Triliun.
"Ini lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit industri sebesar 7,95% di bulan Maret 2020,” ujar Sunarso dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (13/5/2020). (Baca Juga : 134 Ribu Pelaku UMKM Dapatkan Relaksasi dari BRI )
Komposisi kredit UMKM BRI dibanding total kredit BRI pun merangkak naik dari 77,37% di kuartal I/2019 menjadi 78,31% pada kuartal I/2020. Ini merupakan salah satu bentuk upaya perseroan sebagai langkah countercyclical terhadap UMKM agar roda perekonomian terus berputar.
“BRI mampu tetap tumbuh melalui selective growth dan prudent dalam menyalurkan fasilitas pinjaman. Hal ini tercermin dari pengelolaan rasio kredit bermasalah BRI, dimana pada akhir Maret 2020 NPL BRI tercatat 3% jauh dibawah batas maksimal NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5%,” urai Sunarso.
Lihat Juga :