Simak! Cara Pemerintah Menangkal Gizi Buruk di Masa Pagebluk

Selasa, 29 Desember 2020 - 16:10 WIB
loading...
Simak! Cara Pemerintah...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya menghindari adanya generasi pandemi sebagaimana terjadi saat krisis ekonomi 1997/1998 , di mana terjadi peningkatan angka malnutrisi pada anak . Kondisi ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah melakukan tambahan asupan nutrisi bagi masyarakat yang memerlukan, terutama pemberian makanan sehat dan seimbang.

Misalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan organisasi non-profit Jabar Bergerak untuk menyalurkan berbagai bantuan seperti Alat Pelindung Diri (APD), alat-alat kesehatan, serta dukungan nutrisi bagi warga yang terdampak pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam rangka membantu kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Barat. Dikatakan Ridwan Kamil, pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi berbagai pihak yang ikut terlibat dan berkolaborasi dalam penanggulangan pandemi Covid-19, termasuk dukungan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kecukupan gizi masyarakat Jawa Barat saat pandemi.

Baca Juga: Pandemi Corona, Kemenkes Diminta Terus Pantau Masalah Gizi Buruk pada Anak

Di Kalimantan Selatan juga sama, Pemerintah Provinsi menyalurkan bantuan paket alat kesehatan dan dukungan nutrisi seperti biskuit, teh, dan susu untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terutama ibu dan anak. Bantuan tersebut sebagai bukti bahwa upaya pencegahan stunting tetap harus berjalan walau di masa pandemi.

Di Jawa Tengah, sejumlah bantuan berupa APD, alat kesehatan dan dukungan nutrisi telah didistribusikan oleh Pemprov Jateng ke 67 Fasilitas kesehatan yang tersebar di 28 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kondisi pandemi memberikan berbagai tantangan di bidang kesehatan, termasuk masalah stunting dan aspek pemenuhan gizi yang sangat penting untuk ibu hamil dan anak-anak yang sering terlewatkan. Dukungan nutrisi bagi kelompok rentan stunting ini diharapkan akan dapat memupuk rasa persatuan, menggugah kemanusiaan dan gotong royong serta saling menguatkan di tengah situasi yang sulit.

Dokter Spesialis Anak Dina Muktiarti menerangkan kebutuhan gizi anak di masa pandemi harus tetap tercukupi dengan baik agar mencapai kondisi optimal yang diharapkan. "Pemenuhan gizi anak berupa makanan pokok yang bervariasi, lauk pauk yang mengandung protein tinggi, sayuran, dan buah harus diperhatikan oleh orang tua," katanya dalam Webinar terkait Optimalisasi Tanggap COVID-19 dengan Metode Edukasi Daring Bagi Guru di PAUD Provinsi Banten, baru-baru ini.

Adapun pihak swasta telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah untuk percepatan perbaikan gizi dalam jangka pendek dan panjang. Di masa pandemi, produsen produk bernutrisi bagi ibu dan anak tetap berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan produknya. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar kebutuhan gizi ibu dan anak tercukupi terutama di masa pandemi , agar daya tahan tubuh pun dapat tetap terjaga dengan baik

Ketua Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) Rivanda Idiyanto menilai kolaborasi swasta dan pemerintah sangat positif dan perlu terus diperkuat di masa depan. Rivanda menekankan bahwa anak-anak sangat memerlukan dukungan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

"Kolaborasi pemerintah-swasta perlu diperkuat sebagaimana kita amati sepanjang masa pandemi ini. APPNIA siap bekerjasama mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi seimbang dan akses terhadap produk bernutrisi, tentunya dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku. Komunikasi dan kerja sama di antara keduanya akan sangat baik untuk mendukung percepatan perbaikan gizi demi generasi masa depan yang lebih sehat," ujar Rivanda.

Baca Juga: Pemerintah Fokus COVID, Balita Penderita Gizi Buruk di Cirebon Tak Terperhatikan

Sementara itu, Ketua Pergizi Pangan Hardiansyah menyampaikan bahwa jangankan dalam kondisi pandemi, dalam kondisi normal pun target penurunan stunting menjadi 14 persen dirasakan sangatlah berat, sehingga memerlukan ekstra kerja keras. "Pentingnya kolaborasi berbagai pihak dan memperkuat kualitas program yang ada dengan kreativitas dan inovasi berbasis budaya sesuai potensi masing-masing daerah. Hal ini akan mendorong terjadinya percepatan target penurunan stunting di Indonesia,” ungkap Hardiansyah.

Sebagaimana diketahui, masa pandemi Covid-19 telah memberi contoh nyata bahwa Indonesia masih memerlukan dukungan semua pihak untuk pemenuhan gizi ibu dan anak demi mencapai Generasi Emas Indonesia di masa depan. Pandemi Covid-19 harus diakui memberikan tantangan tersendiri bagi program percepatan perbaikan gizi masyarakat, mengingat dampak pandemi memukul banyak sektor usaha yang mengakibatkan keluarga turut terpukul karena penghasilan yang juga berkurang. Buktinya, beberapa provinsi membutuhkan dukungan pemenuhan gizi bagi warganya di masa pandemi mengingat dampak signifikan dari Covid-19 ke berbagai sektor kehidupan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Rekomendasi
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved