Program B30 Berpotensi Buat Pasokan CPO Defisit pada 2023
Selasa, 29 Desember 2020 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, konsumsi minyak goreng Indonesia tahun 2019 sebesar 13 juta ton atau 16,2 juta kiloliter (KL) di mana berpotensi menjadi biodiesel sebesar 3,24 juta KL. Sementara minyak jelantah yang dikumpulkan di Indonesia tahun 2019 sebesar 3 juta KL di mana dari rumah tangga dan perkotaan sebesar 1,6 juta KL.
Dari sekitar 3 juta KL minyak jelantah, hanya kurang dari 570.000 KL yang dimanfaatkan sebagai biodiesel maupun untuk kebutuhan lainnya. Sebagian besar digunakan untuk minyak goreng daur ulang dan ekspor.
(Baca Juga: Takut Pandemi, Alokasi Biodiesel Tahun Depan agak Mengering)
"Hal yang mengkhawatirkan adalah jika minyak goreng daur ulang ini dikonsumsi kembali. Ini berpotensi memunculkan masalah kesehatan lainnya," jelasnya,
Sementara perkembangan ekspor minyak jelantah Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tercatat, dari hanya kisaran 55.000 ton pada tahun 2014 naik menjadi kisaran 148.000 ton pada tahun 2019. "Minyak jelantah punya potensi ekonomi yang luar biasa. Ini sebenarnya bisa kita manfaatkan disituasi saat ini," tandasnya.
Dari sekitar 3 juta KL minyak jelantah, hanya kurang dari 570.000 KL yang dimanfaatkan sebagai biodiesel maupun untuk kebutuhan lainnya. Sebagian besar digunakan untuk minyak goreng daur ulang dan ekspor.
(Baca Juga: Takut Pandemi, Alokasi Biodiesel Tahun Depan agak Mengering)
"Hal yang mengkhawatirkan adalah jika minyak goreng daur ulang ini dikonsumsi kembali. Ini berpotensi memunculkan masalah kesehatan lainnya," jelasnya,
Sementara perkembangan ekspor minyak jelantah Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tercatat, dari hanya kisaran 55.000 ton pada tahun 2014 naik menjadi kisaran 148.000 ton pada tahun 2019. "Minyak jelantah punya potensi ekonomi yang luar biasa. Ini sebenarnya bisa kita manfaatkan disituasi saat ini," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :