IKM Pangan Dipecut Lebih Kreatif Bikin Terobosan Baru

Selasa, 29 Desember 2020 - 23:34 WIB
loading...
IKM Pangan Dipecut Lebih...
Kemenperin menginisiasi program Indonesia Food Innovation (IFI) 2020 untuk memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor pangan agar lebih kreatif melakukan terobosan baru. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginisiasi program Indonesia Food Innovation (IFI) 2020 untuk memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor pangan agar lebih kreatif melakukan terobosan baru. Salah satu kategori dalam IFI 2020 adalah End Product yang diikuti oleh produk-produk pangan siap konsumsi dengan berbagai inovasi.

“IFI merupakan program akselerasi bisnis bagi IKM pangan terpilih yang mempunyai inovasi produk dan/ atau proses dan berbahan baku utama sumber daya lokal agar siap menjadi industri pangan yang marketable, profitable, dan sustainable,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

(Baca Juga: Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran )

Dirjen IKMA berharap, IFI 2020 dapat mengakselerasi peningkatan daya saing IKM pangan di tanah air untuk terus berinovasi sehingga kompetitif di kancah domestik hingga global. Apalagi, jumlah IKM pangan saat ini mencapai 1,86 juta unit usaha atau 43,41% dari total unit usaha IKM di Indonesia.

“IKM ini akan diberikan pendampingan lanjutan dalam bentuk coaching dan mentoring eksklusif scaling up usaha, lalu memperoleh fasilitasi sertifikasi HACCP atau sertifikat lain yang dibutuhkan dalam peningkatan daya saing serta mengikuti berbagai macam event pameran, investor matchmaking, dan fasilitasi membership e-commerce global,”paparnya.

Salah satu pemenang IFI 2020 adalah PT Beema Boga Arta, produsen madu organik Indonesia yang berhasil menyabet peringkat ke-2 pada kompetisi IFI 2020 dengan kategori End Product. “Mereka telah melewati berbagai tahap seleksi dan penjurian dengan membawa produknya yaitu, Beema Honey,” ujar Gati.

PT Beema Boga Arta merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 2017 dan fokus memproduksi madu organik berkualitas yang dipanen langsung dari alam. PT Beema Boga Arta telah mendapatkan banyak penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional, antara lain 1st Winner AAA Contest pada Asian Apicultural Association Conference 2018.

Fransisca Natalia Widowati, Founder PT Beema Boga Arta menjelaskan, keunggulan dari madu yang dipasarkannya antara lain murni, tidak dipasteurisasi, dan tanpa aditif sehingga kandungan vitamin, enzim, dan nutrisi yang ada pada madu terjaga dengan baik.

“Beema Honey diproduksi langsung di alamnya masing-masing seperti di hutan atau kebun yang ada di Indonesia.“Tentunya madu kami ini juga bebas dari pestisida atau bahan kimia lainnya, dan pewarna. Madu kami ini alami dan murni dari alamnya langsung,” jelas Fransisca.

(Baca Juga: Kemenperin Mau Kawinkan IKM Pangan dengan Produk Lokal )

Lebih lanjut, madu yang ditawarkan PT Beema Boga Arta terdiri berbagai jenis yang memiliki keunikan rasa masing-masing yang dipengaruhi dari sumber madu tersebut.“Sebagai contoh, varian Java Forest merupakan madu yang kami panen dari hutan di Jawa Tengah, lalu ada juga Coffee Blossom di mana madu ini kami panen dari kebun kopi yang ada di Jawa Tengah juga, selain itu juga ada varian Durian Blossom, Cotton Blossom, Rambutan Blosson, Cajuput Cinnamon, Black Forest, Jawa Trigona, Bee Polen, Black Garlic Honey, Detox Charcoal Honey, dan Raw Honeycomb,” sebut Fransisca.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
Berkontribusi Nyata...
Berkontribusi Nyata bagi Perekonomian, Negara Diminta Lindungi IKM Rokok
Mendukung Usaha Kecil...
Mendukung Usaha Kecil dan Startup lewat Ekosistem Web3 di Asia Tenggara
UMKM Jangan Dipandang...
UMKM Jangan Dipandang Sebelah Mata, Menteri Maman Minta Ganti Kata Pelaku jadi Pengusaha
Peran Penting Startup...
Peran Penting Startup dalam Mengakselerasi Digitalisasi IKM
Kemenperin Fasilitasi...
Kemenperin Fasilitasi 31 IKM di TEI 2024, Cari Peluang Ekspor
Perkuat Inovasi Nutrisi...
Perkuat Inovasi Nutrisi Berbasis Sains dengan Rilis 40 Publikasi Ilmiah untuk Indonesia Lebih Sehat
API Minta Pemerintah...
API Minta Pemerintah Ambil Tindakan untuk Pulihkan TPT Nasional
Bapeten: Revisi Regulasi...
Bapeten: Revisi Regulasi dan Sinergi Lintas Sektor Kunci Cegah Cemaran Radioaktif
Rekomendasi
Prabowo Ngaku Cocok...
Prabowo Ngaku Cocok dengan HIPMI: Kelakuannya Sudah Saya Kenal Semuanya
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Berita Terkini
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved