Ekonom: Belanja Pemerintah Harus Digenjot Sejak Awal Tahun

Rabu, 30 Desember 2020 - 14:53 WIB
loading...
Ekonom: Belanja Pemerintah...
Ekonom mendorong pemerintah menggenjot belanja pemerintah sejak awal tahun agar efeknya maksimal. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kebutuhan belanja pemerintah selama pandemi Covid-19 meningkat. Hal ini membuat jumlah utang pemerintah juga mengalami lonjakan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, pemerintah telah melakukan alokasi belanja pos-pos yang bisa ditunda, salah satunya infrastruktur.

(Baca Juga: Empat Tantangan Hadang Realisasi Belanja Pemerintah di 2021)

Dia menilai, penundaan pos belanja ini tepat karena kebutuhan belanja yang cukup banyak mendorong pemerintah harus memprioritaskan pos belanja sesuai kebutuhan.

"Namun tidak kalah penting mengenai peningkatan utang pemerintah ini adalah bagaimana pemerintah melakukan penyusunan dari anggaran itu sendiri," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Rabu (30/12/2020).

Menurut dia, penyusunan anggaran yang dilakukan pemerintah relatif baik namun realisasinya mengulang dari realisasi anggaran tahun sebelumnya di mana sebelum pandemi terjadi.

"Artinya, realisasi anggaran meningkat atau membesar pada periode kedua di semester kedua tahun berjalan. Saya kira dalam konteks pandemi ini tentu hal yang cukup kita sayangkan karena belanja ini yang harusnya segera dieksekusi. Belum lagi kita bicara dari kecepatan belanja itu sendiri," ungkapnya.

(Baca Juga: Jokowi Jengkel Akhir Tahun Belanja Pemerintah Masih Lelet, Jangan Main-main Ini Ancamannya!)

Di sisi lain, kondisi penerimaan negara juga perlu diperhatikan mengingat kebutuhan belanja yang juga meningkat. "Ketika utang meningkat tetapi rasio penerimaan negara relatif tertinggal, ini yang jadi pekerjaan rumah," imbuhnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Rekomendasi
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved