Utang Pemerintah Tidak Seutuhnya Dialokasikan ke Sektor Produktif

Kamis, 31 Desember 2020 - 06:04 WIB
loading...
Utang Pemerintah Tidak...
Ekonom menerangkan, perlu kita selidiki bahwa tidak seutuhnya utang yang dilakukan pemerintah kemudian diberikan atau dialokasikan ke sektor produktif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus mempergunakan utang untuk sektor produktif di tengah pandemi Covid-19. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, salah satu indikator utang digunakan untuk sektor yang produktif adalah mengecilnya rasio utang terhadap PDB.

"Jadi ketika PDB meningkat karena dihasilkan dari sektor-sektor produktif, harusnya rasio utangnya mengecil. Tetapi kalau kita lihat perkembangannya, selama lima tahun terakhir ini rasio utang terhadap PDB di Indonesia malah meningkat," ujarnya pada Market Review IDX Channel.

(Baca Juga: Utang Pemerintah Pusat Tembus Rp5.910,64 Trliun per November )

Yusuf menuturkan, pada tahun 2019, rasio utang Indonesia berkisar 23%-30% terhadap PDB. Ini meningkat dari tahun 2014 yang sekitar 24%. "Ini perlu kita selidiki bahwa tidak seutuhnya utang yang dilakukan pemerintah kemudian diberikan atau dialokasikan ke sektor produktif," imbuhnya.

Menurut dia, untuk meningkatkan penggunaan utang di sektor produktif, pemerintah harus merancang anggaran yang lebih baik dari pendanaan, realisasi, hingga penggunaan utang yang diarahkan ke sektor produktif.

(Baca Juga: Bidik Utang Baru di Tahun Baru 2021, Sri Mulyani Incar Rp342 Triliun )

Salah satu sektor produktif yang bisa mendorong adalah industri manufaktur. Industri manufaktur mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih tinggi dan juga membuka lapangan kerja yang lebih besar.

"Secara proporsi, industri manufaktur ini relatif besar dibandingkan sektor lain dan karakteristiknya cocok dengan Indonesia yang membutuhkan serapan tenaga kerja yang besar. Kalau misalnya mendorong utang ke sektor produktif, saya kira industri manufaktur merupakan salah satu industri yang bisa dipertimbangkan oleh pemerintah," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Elon Musk: AS 1.000%...
Elon Musk: AS 1.000% Akan Bangkrut
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Rekomendasi
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved