Vaksin jadi Game Changer! Menko Airlangga: Optimistis, Ekonomi RI Tumbuh 5% Tahun Ini

Selasa, 05 Januari 2021 - 08:53 WIB
loading...
Vaksin jadi Game Changer!...
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pekan depan, pemerintah berencana mulai menggelar vaksinasi di sejumlah daerah di Tanah Air. Saat ini, pelaksanaan vaksinasi masih menunggu BPOM mengeluarkan Emergency Use Authorization dan MUI mengeluarkan sertifikat kehalalan, sehingga vaksinasi diperkirakan dimulai pada minggu kedua Januari 2021.

Vaksin Covid-19 ini diharapkan menjadi salah satu game changer yang akan mewujudkan target perekonomian nasional mencapai 4,5 persen hingga 5 persen pada tahun 2021. (Baca: Siap-siap Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum Mulai April 2021)

Optimisme ini muncul dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto setelah melihat kondisi ekonomi Indonesia yang sudah mampu melewati rock bottom pada kuartal kedua tahun 2020, yakni -5,32%. Adapun, pada kuartal ketiga (Q3) sudah menunjukkan tren perbaikan, yaitu -3,49%.

“Diperkirakan sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi kita minus 2,2 hingga minus 0,9. Namun, kita melihat bahwa di Januari ini atau sepanjang tahun 2021 ini APBN kita didesain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu dalam acara talk show di salah satu tv swasta Senin malam (4/1/2021).

Airlangga juga menyatakan, sejumlah lembaga ekonomi internasional seperti World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,4 persen. Adapun, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tumbuh 6,1 persen, dan ADB 5,3 persen. “Tentu kita juga harus melihat dinamika dari pandemi Covid,” tambah Airlangga. (Baca juga: Doa Untuk Pengantin Baru Beserta Maknanya)

Saat ini, dinamika pandemi Covid di berbagai negara, seperti di Inggris, telah muncul strain baru. Sejumlah negara ASEAN, seperti Thailand khususnya Kota Bangkok, kembali mengambil langkah pengetatan. Begitu pula di Tokyo, Jepang.

Menurut Airlangga, optimisme pemerintah itu harus didorong dengan penanganan pandemi Covid-19. Saat ini, tiga juta vaksin sudah dikirimkan ke berbagai daerah. Diharapkan pertengahan Januari 2021 vaksinasi sudah bisa dilakukan secara bertahap.

Iklim investasi di Indonesia pada tahun 2021 juga diharapkan semakin baik. Airlangga menyatakan, salah satu instrumen pertumbuhan tersebut, yaitu Pertama, dari APBN yang memberi stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

Kedua, masyarakat cukup percaya diri untuk melakukan konsumsi. Saat ini confident level itu sudah meningkat, konsumsi masyarakat sudah bergerak. (Baca juga: 5 Fakta Parosmia, Gejala Baru Covid-19)

Ketiga, pada awal Januari indeks saham gabungan (IHSG) sudah kembali ke level 6100-an, sehingga timbul optimisme positif. Keempat, Rupiah menguat ke level 13.890 per dolar AS pada 4 Januari 2021.

Airlangga juga menyatakan, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur sudah 51,3, dan ini terus konsisten. Masih ada indikator lain, tambah Airlangga, yakni kontainer mulai sulit didapat yang menandakan ekspor Indonesia terus mengalami lonjakan.

“Dasar-dasar ini cukup kuat untuk [secara] fundamental, mengatakan bahwa ekonomi kita pada tahun 2021, dengan berbagai asumsi tersebut, akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.”

Vaksinasi terhadap 182 juta penduduk Indonesia juga diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat. Vaksinasi akan dilaksanakan pada pertengahan Januari 2021 sampai kuartal pertama tahun 2022 atau 15 bulan.

Saat ini, harga-harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia, seperti kelapa sawit, nikel, tembaga dan emas juga naik relatif tinggi. “Demikian pula harga batubara,” ungkap Airlangga. Komoditas ini jika didorong dengan hilirisasi yang baik maka bisa menjadi pengungkit perekonomian. (Lihat videonya: Bangkai Pesawat Diduga Air Asia Ditemukan di Kalteng)

Kembali ke soal meningkatnya konsumsi masyarakat, karena dorongan pelbagai stimulus, Airlangga mengingatkan, Indonesia masih memiliki pendorong lain pertumbuhan ekonomi, yakni Pertama, Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari UU Cipta Kerja.

Kedua, peraturan yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo itu menyangkut masalah lembaga pengelola investasi. Sesuatu yang akan menjadi game changer Indonesia.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Harga Plastik Meroket...
Harga Plastik Meroket 100%, Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Industri
Rupiah Ambruk, Dolar...
Rupiah Ambruk, Dolar AS Tembus Rp17.300, Ini Respons Pemerintah
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Peran Strategis Muhammadiyah...
Peran Strategis Muhammadiyah Dukung Optimisme Pertumbuhan Solid Perekonomian
Indonesia dan Rusia...
Indonesia dan Rusia Teken Agreed Minutes SKB ke-14 untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved