Dituduh Lakukan Trade Remedies, RI Bisa Kehilangan Rp20 Triliun
Selasa, 05 Januari 2021 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Ajib mengatakan, ada beberapa poin yang menyebabkan terjadinya peningkatan trade Remedies yang luar biasa pada tahun 2020. "Ini karena kondisi pandemi, sehingga masing masing negara akan buat kebijakan maupun regulasi dan insentif yang terus mendorong agar industri terus tumbuh," ujarnya.
(Baca Juga: Guru Besar Unpad: UU Sapu Jagat Berikan Akses dan Kemudahan Perdagangan Internasional)
Di sisi lain, kata dia, dalam konteks pandemi, masing-masing negara yang mempunyai insentif rendah akan sangat rentan kebanjiran produk impor. Karena itu, masing masing negara lantas membuat kebijakan yang kemudian konteksnya menjadi trade remedies.
Ketika neraca dagang masih negatif, jelas Ajib, maka negara-negara dengan insentif rendah akan mendorong ekonominya tumbuh dengan melakukan trade remedies. Menurut Ajib, sebenarnya dalam konteks ekonomi dan politik hal tersebut adalah hal yang wajar. "Dan ini tinggal Indonesia saja bagaimana bisa melakukan perjanjian atau langkah-langkah antisipasi di lapangan," ujarnya.
(Baca Juga: Guru Besar Unpad: UU Sapu Jagat Berikan Akses dan Kemudahan Perdagangan Internasional)
Di sisi lain, kata dia, dalam konteks pandemi, masing-masing negara yang mempunyai insentif rendah akan sangat rentan kebanjiran produk impor. Karena itu, masing masing negara lantas membuat kebijakan yang kemudian konteksnya menjadi trade remedies.
Ketika neraca dagang masih negatif, jelas Ajib, maka negara-negara dengan insentif rendah akan mendorong ekonominya tumbuh dengan melakukan trade remedies. Menurut Ajib, sebenarnya dalam konteks ekonomi dan politik hal tersebut adalah hal yang wajar. "Dan ini tinggal Indonesia saja bagaimana bisa melakukan perjanjian atau langkah-langkah antisipasi di lapangan," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :