Raffi Ahmad hingga Ust Yusuf Mansur Promosikan Saham di Medsos, BEI Peringatkan
Selasa, 05 Januari 2021 - 16:44 WIB
loading...
Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat suara terkait maraknya aksi influencer yang turut mempromosikan sejumlah saham di media sosial. Mulai dari Raffi Ahmad, Ari Lasso, Ustaz Yusuf Mansur dan putra Presiden. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat suara terkait maraknya aksi influencer yang turut mempromosikan sejumlah saham di media sosial. Adapun beberapa influencer yang turut serta meramaikan promosi saham di antaranya Raffi Ahmad, Ari Lasso, Ustaz Yusuf Mansur dan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo mengatakan, pihaknya akan mengajak para influencer untuk berdiskusi mengenai promosi sejumlah saham. "Kita akan ajak diskusi para influencer ini, di satu pihak kami menyambut positif influencer seperti mereka," ujar Laksono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/1/2020).
(Baca Juga: Penutupan Perdagangan 2020, Dirut BEI: Respon Pasar Membaik )
Meskipun begitu, Laksono juga mengingatkan agar para influencer bertanggung jawab secara moral untuk para followersnya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum. "Juga perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral mereka untuk para followersnya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum dari para pengikutnya apabila ada yang bisa dikecewakan," kata dia.
"Kita juga mengajak mereka ikut Sekolah Pasar Modal bagi yang belum pernah mengikuti," sambungnya.
Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo mengatakan, pihaknya akan mengajak para influencer untuk berdiskusi mengenai promosi sejumlah saham. "Kita akan ajak diskusi para influencer ini, di satu pihak kami menyambut positif influencer seperti mereka," ujar Laksono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/1/2020).
(Baca Juga: Penutupan Perdagangan 2020, Dirut BEI: Respon Pasar Membaik )
Meskipun begitu, Laksono juga mengingatkan agar para influencer bertanggung jawab secara moral untuk para followersnya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum. "Juga perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral mereka untuk para followersnya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum dari para pengikutnya apabila ada yang bisa dikecewakan," kata dia.
"Kita juga mengajak mereka ikut Sekolah Pasar Modal bagi yang belum pernah mengikuti," sambungnya.
Lihat Juga :