UMKM Digandeng, Sentra Distribusi Briket Arang Kelapa Indonesia Hadir di Turki

Selasa, 05 Januari 2021 - 22:46 WIB
loading...
UMKM Digandeng, Sentra...
Sejumlah anggota Perkumpulan Pengusaha Arang Kelapa Indonesia (PERPAKI) mendirikan perusahaan distribusi produk briket arang kelapa di Turki. Foto/Dok
A A A
ISTANBUL - Sejumlah anggota Perkumpulan Pengusaha Arang Kelapa Indonesia (PERPAKI) mendirikan perusahaan distribusi produk briket arang kelapa di Turki. Perusahaan yang diberi nama Kaya Sinerji Ltd.Sti. ini merupakan hasil kolaborasi antara DPP PERPAKI dengan DPD PERPAKI Jawa Tengah.

Saham Kaya Sinerji Ltd. Sti. dimiliki seluruhnya oleh para pelaku UMKM dalam negeri di bidang briket arang kelapa, dimana Tufan Algivari bertindak sebagai Chief Executive Office (CEO). Tufan sendiri merupakan anggota PERPAKI Jawa Tengah.

(Baca Juga: Kontribusi Ekspor UMKM Diproyeksi Naik Jadi 15,12 Persen di 2021 )

Sebagai informasi, pengiriman kontainer perdana Kaya Sinerji Ltd. Sti. sebanyak 20 ton briket arang kelapa telah tiba di Pelabuhan Istanbul pada tanggal 20 Desember 2020 kemarin dan di estimasikan container kedua akan tiba pada tanggal 17 Januari 2021.

"Sebanyak 50 persen briket arang kelapa ini nantinya bakal di distribusikan di wilayah lokal Istanbul. Selebihnya pasokan briket ini akan dikirim secara partial dari kota Istanbul ke mitra reseller Kaya Sinerji Ltd. Sti. di negara Balkan (Bosnia dan Albania), Prancis, Russia dengan menggunakan moda transportasi darat dan laut melalui selat Bosporus melewati Laut hitam dan Kanal Danube (waterway) yang membelah wilayah Balkan dan Eropa Timur tembus sampai ke Eropa Barat melalui River Rhein, Jerman," kata Ketua Umum PERPAKI, Yogi Abimanyu.

Sementara sebagian lainnya dikirim ke mitra reseller di New York, USA melalui Samudera Atlantik dengan moda transportasi laut/LCL container. Ke depan, Kaya Sinerji Ltd. Sti. juga akan mendistribusikan (re-export) permintaan segment pasar retail produk briket arang kelapa asal Indonesia dengan konfigurasi konsolidasi cargo memanfaatkan kawasan Free Trade Zone yang ada di wilayah Turki menuju negara sekitarnya.

Di era persaingan free global market seperti sekarang ini, PERPAKI yakin apa yang telah dirintis dan dibangun oleh Kaya Sinerji Ltd. Sti. dengan memanfaatkan posisi geografis Turki sebagai sentra distribusi (Distribution Hub) akan semakin strategis dalam memperlancar kesinambungan antara produksi dan arus distribusi produk UMKM dari Indonesia ke sejumlah negara di daratan benua Asia dan Eropa.

"Setidaknya dengan menyiapkan stok produk briket arang kelapa di gudang sentra distribusi (Distribution Center) milik Kaya Sinerji Ltd. Sti. mitra reseller tidak perlu lagi membeli stok dalam jumlah besar dari Indonesia dengan segala resikonya," ujar Yogi Abimanyu.

"Misalnya ketidakpastian kualitas dan waktu tiba barang (-/+ 2-3 bulan) yang menyebabkan waktu dan modal kerja para mitra reseller menjadi tidak produktif lantaran harus menunggu lama barang pesanan tiba," tambah Yogi Abimanyu.

Sementara secara bersamaan, pembayaran barang secara tunai (cash in advance) sudah dilakukan di Indonesia. Turki sebagai emerging market dengan GDP terbesar ke-17 di dunia tidak memiliki sumber kelapa.

(Baca Juga: Sulut Kembali Lepas Ekspor Kelapa Parut ke Empat Negara )

Hal ini membuat PERPAKI optimis ke depan Kaya Sinerji Ltd. Sti. dengan keunggulan komparatif dan jaringan distribusi pasar yang dimilikinya tidak hanya menjual briket arang kelapa saja namun, dapat juga mendistribusikan semua produk turunan kelapa lainnya, seperti VCO, Carbon Active, Dessicated Coconut, Coconut Chip, Coconut Water, Nata Decoco, Coco Peat dan sebagainya baik dalam skema B2B atau B2C.

Tidak lupa, PERPAKI pun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan dukungan dari KJRI Istanbul yang dipimpin Konjen Istanbul, Imam As’ari yang sedari awal selalu mendampingi dan mendukung tterlaksananya misi dagang ini.

"Sinergitas antara KJRI Istanbul, UMKM, PERPAKI dan Kaya Sinerjii Ltd. Sti adalah bukti nyata ketika potensi bangsa bersatu maka semua harapan keberhasilan akan menjadi kuat," ujar Yogi Abimanyu.

Briket Arang Kelapa Indonesia Sukses Tembus Pasar Turki

Sebanyak satu kontainer briket arang kelapa MegCoco senilai USD80.600 (market retail price) telah tiba di gudang perusahaan briket arang Indonesia ‘Kaya Sinerji Ltd. Sti’ di Istanbul pada tangggal 4 Januari 2021.

Kedepannya briket arang kelapa Indonesia akan dikirim sebanyak minimal 2 kontainer ke Turki setiap bulan. Potensi nilai ekspor produk briket arang kelapa setiap tahunnya mencapai USD35 juta.

Perusahaan Kaya Sinerji resmi didirikan pada tanggal 21 Januari 2020 di Istanbul. Saat ini perusahaan tersebut telah memiliki gudang di distrik Zeytinburnu, Istanbul Selain briket arang, Kaya Sinerji juga akan memasarkan tepung kelapa, carbon active, VCO, coconut water, coconut chips, nata decoco, coco peat dan gula kelapa.

Ditemui di kantornya, CEO perusahaan Kaya Sinerji Ltd. Sti. Tufan Algivari dan Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Arang Kelapa Indonesia (Perpaki), Yogi Abimanyu, mengungkapkan Turki merupakan pasar potensial bagi produk briket arang kelapa Indonesia. Hal ini mengingat produk briket arang kelapa Indonesia memiliki kualitas yang terbaik di dunia.

Selain Turki, Kaya Sinerji saat ini sudah menerima permintaan produk briket arang kelapa untuk dikirim ke Bosnia, Albania, Rusia, Prancis dan Amerika Serikat.

Konsul Jenderal Indonesia di Istanbul, Imam As’ari, menyambut baik atas berhasilnya produk Indonesia melakukan penetrasi ke pasar Turki, terutama di tengah pandemi global covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Kesuksesan Kaya Sinerji membuka gudang dan Indonesian products store di Istanbul dapat ditingkatkan menjadi katalis masuknya produk Indonesia yang langsung di distribusikan serta dipasarkan langsung oleh pengusaha tanah air ke Turki. Sehingga kedepannya dapat terbentuk Indonesian Store dan distribution center untuk produk indonesia di Turki.

Hal ini mengingat letak strategis Turki yang dapat dijadikan hub bagi ekspansi ekspor ke kawasan Uni Eropa, Rusia dan juga kawasan Timur Tengah.

Konjen Imam melanjutkan, produk briket arang kelapa tersebut juga menambah diversifikasi produk-produk Indonesia yang telah terlebih dahulu memasuki Turki seperti tekstil, karet, kertas, kerajinan tangan, dan mie instan.

"Batok kelapa yang merupakan bahan baku briket arang saat ini setiap tahunnya diekspor dari Indonesia hampir 50% dari total ouputnya dengan peningkatan sebesar 4% per tahun," kata Konjen Imam.

Sehingga kedepan dapat diprediksi akan terjadi kelangkaan raw material batok kelapa di Indonesia, di masa mendatang, untuk mencegah terjadinya kelangkaan serta menjamin ketersediaan bahan baku batok kelapa, perlu dilakukan penjualan dalam bentuk produk yang sudah diolah briket arang agar memberikan value yang lebih dan menjaga sustainability sumber daya alam Indonesia untuk jangka panjang.

Diharapkan ekspor arang Indonesia di awal tahun ini dapat menambah peningkatan akan nilai perdagangan Indonesia-Turki untuk tahun 2021, yang pada tahun 2020 (Januari-Oktober) nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 1,070 miliar dengan surplus untuk Indonesia sebesar USD 632,66 juta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Rekomendasi
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved