Harga Cabai Naik Tinggi, Mendag Lutfi Minta Maaf
Senin, 11 Januari 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, cabai merupakan salah satu produk yang tidak bisa bertahan lama lebih dari satu bulan. Ketika panen harga cabai akan jatuh karena stok berlimpah. Namun, saat stok berlimpah tidak bisa disimpan lama, sehingga ketika musim paceklik harga menjadi tinggi.
(Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Petani Blitar: Yang Paling Untung Pedagang)
"Sampai hari ini belum ada satu teknologi yang bisa diterapkan pemerintah. Karena Indonesia itu maunya cabainya merah dan segar. Cabainya itu mungkin hanya bisa bertahan 30 hari. Jadi ketika paceklik harganya tinggi, ketika panen harganya turun, jatuh. Dua-duanya salah saya. Jadi saya minta maaf," ujarnya.
Untuk mengatasi hal itu, jelas Lutfi, saat ini Kemendag sudah mulai mencoba sistem penyimpanan baru cabai supaya bisa bertahan lama. Caranya dengan sistem pendingin atau CAS (Control Atmosphere System).
"Dengan ruangan yang bisa diatur atmosfernya, sehingga barang pokok itu bisa bertahan setidaknya 7,8 sampai 12 bulan. Nah ini sedang kita kerjakan, mudah-mudahan pada kesempatan pertama bisa digalakkan, terutama di sentra-sentra cabai di Boyolali, Jawa Timur, ini bisa dijalankan," tutup Lutfi.
(Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Petani Blitar: Yang Paling Untung Pedagang)
"Sampai hari ini belum ada satu teknologi yang bisa diterapkan pemerintah. Karena Indonesia itu maunya cabainya merah dan segar. Cabainya itu mungkin hanya bisa bertahan 30 hari. Jadi ketika paceklik harganya tinggi, ketika panen harganya turun, jatuh. Dua-duanya salah saya. Jadi saya minta maaf," ujarnya.
Untuk mengatasi hal itu, jelas Lutfi, saat ini Kemendag sudah mulai mencoba sistem penyimpanan baru cabai supaya bisa bertahan lama. Caranya dengan sistem pendingin atau CAS (Control Atmosphere System).
"Dengan ruangan yang bisa diatur atmosfernya, sehingga barang pokok itu bisa bertahan setidaknya 7,8 sampai 12 bulan. Nah ini sedang kita kerjakan, mudah-mudahan pada kesempatan pertama bisa digalakkan, terutama di sentra-sentra cabai di Boyolali, Jawa Timur, ini bisa dijalankan," tutup Lutfi.
(fai)
Lihat Juga :