FPI-PII Mencoba Menjawab Panggilan Negara di Periode 2021

Senin, 11 Januari 2021 - 21:27 WIB
loading...
FPI-PII Mencoba Menjawab...
Forum Perempuan Insinyur-Persatuan Insinyur Indonesia (FPI-PII) resmi mengukuhkan pengurus periode 2021untuk mencoba menjawab panggilan negara dengan mentransformasi rantai nilai keinsinyuran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Forum Perempuan Insinyur- Persatuan Insinyur Indonesia (FPI-PII) resmi mengukuhkan kepengurusannya untuk periode tahun 2021, Sabtu (9/1). Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto di sekretariat PII, dan ditayangkan secara virtual melalui aplikasi zoom.

(Baca Juga: PII Beri Sertifikat Insinyur Profesional kepada Tiga Tokoh Ini )

Hetifah Sjaifudian dikukuhkan sebagai Ketua, sedangkan Sri Hidayati sebagai Wakil Ketua. Selain itu, dikukuhkan juga 38 pengurus lainnya yang terbagi dalam berbagai bidang, seperti Bidang Manajemen Pengetahuan, Sosial Kemasyarakatan, serta Bidang Riset. Acara tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Teguh Haryono selaku Sekjen PII dan Faizal Safa selaku Direktur Eksekutif PII.

Dalam pidatonya, Hetifah mengatakan, di zaman ini banyak sekali tuntutan bagi insinyur untuk memecahkan berbagai macam persoalan.

“Zaman sudah berubah, apalagi dengan adanya pandemi ini tantangan global menjadi jauh meningkat. Peran insinyur termasuk didalamnya insinyur perempuan sangat dibutuhkan untuk mencarikan solusi bagi permasalahan-permasalahan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan berusaha sekuat mungkin untuk meningkatkan kontribusi perempuan insinyur di berbagai arena. “Sudah banyak perempuan-perempuan insinyur yang berkontribusi dalam berbagai arena, baik di perusahaan, dunia akademis, maupun dunia bisnis dan ekonomi kreatif. Kolaborasi harus dilaksanakan dari berbagai elemen ini agar tercipta sebuah kerjasama yang baik dan efektif,” paparnya.

Sementara itu, Heru Dewanto dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap FPI-PII dapat menjadi salah satu motor utama transformasi keinsinyuran. “PII mencoba menjawab panggilan negara dengan mentransformasi rantai nilai keinsinyuran mulai dari pendidikan akademik, pendidikan profesi insinyur, hingga pengembangan kompetensi insinyur. Tujuannya adalah tercapai kualifikasi insinyur Indonesia yang setara dan bersaing di tingkat global," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa sepanjang sejarah, insinyur perempuan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perkembangan peradaban manusia. Di Indonesia sendiri ada Prof. Wiratmi Budianto dari UGM yang menemukan teknologi waste water treatment.

"Kita juga menemukan Prof. Adi Utarini dalam 10 Most Influencial Scientist, yang menemukan teknologi melawan demam berdarah. Kita juga menemukan Ibu Tri Mumpuni dalam 22 Most Influential Muslim Scientists yang telah menjadi pelopor pembangkit listrik tenaga air. Juga Ibu Latifah Nurahmi yang merupakan tokoh dibalik robot RAISA dari ITS," jelasnya.

(Baca Juga: Sah! Menteri Arifin Sandang Gelar Insinyur Profesional Utama )

Hal itu menurutnya sangat jelas menunjukkan kontribusi para insinyur perempuan dalam memajukan bangsa dan mensejahterakan masyarakat. Ia berharap, kedepannya FPI-PII dapat berkarya lebih besar lagi untuk bangsa Indonesia pada khususnya, dan kemanusiaan pada umumnya.

Acara pengukuhan dilanjutkan dengan talk show bertajuk “Inspiring Women in Engineering and Science” yang diadakan secara virtual. Talk show ini membahas kiprah wanita dalam dunia keinsinyuran, dengan narasumber-narasumber perempuan insinyur terkemuka, di antaranya Tiena Amran (Ketua Dewan Pembina FPI-PII), Tati Mengko (Ketua KK Biomedika ITB), Tri Mumpuni (Pelopor Pembangkit Listrik Tenaga Air), Latifah Nurahmi (Kepala Laboratorium Rekayasa Sistem dan Kontrol Teknik Mesin ITS), Dian Siswarini (CEO PT XL Axiata), dan Polana B. Pramesti (Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Perempuan Desa Ambil...
Perempuan Desa Ambil Peran, Perkuat Generasi Muda Nusantara
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Rekomendasi
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
Inggris vs Meksiko Terancam...
Inggris vs Meksiko Terancam Ditunda akibat Badai Petir
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved