Pulihkan Ekonomi Nasional, Ini Pinta Sri Mulyani ke Prabowo
Rabu, 13 Januari 2021 - 17:02 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Peran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam menjaga pertahanan keamanan nasional serta mendukung pemulihan perekonomian sangat penting. Oleh karena itu, hal ini bukan masalah pilihan tapi dua-duanya adalah prioritas.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan sistem pertahanan keamanan dan fungsi pertahanan keamanan bisa betul-betul menjadi necessary condition bagi pemulihan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Menkeu pun menyampaikan harapan kepada Kemenhan yang kini dipimpin oleh Prabowo Subianto itu.
“Dari alokasi anggaran belanja 2021, Kemenhan diharapkan akan mampu untuk terus melakukan modernisasi dan perawatan alutsista serta pemenuhan kebutuhan alutsista serta menjaga stabilitas pertahanan untuk mendukung pemulihan ekonomi kita,” ungkap Menkeu secara virtual, Rabu (13/2021).
(baca juga: Menhan Prabowo Perkuat Hubungan Bilateral RI-AS Lewat Kerja Sama Alutsista )
Menurut dia, saat ini tantangan pertahanan nasional semakin dinamis. Ada yang sifatnya internal seperti terorisme, narkoba, separatisme dan konflik komunal, ada yang dari eksternal seperti konflik perbatasan, spionase, cyber war, proxy war atau isu senjata pemusnah massal dan juga transnational crime yang memang menjadi ancaman semua negara.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan sistem pertahanan keamanan dan fungsi pertahanan keamanan bisa betul-betul menjadi necessary condition bagi pemulihan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Menkeu pun menyampaikan harapan kepada Kemenhan yang kini dipimpin oleh Prabowo Subianto itu.
“Dari alokasi anggaran belanja 2021, Kemenhan diharapkan akan mampu untuk terus melakukan modernisasi dan perawatan alutsista serta pemenuhan kebutuhan alutsista serta menjaga stabilitas pertahanan untuk mendukung pemulihan ekonomi kita,” ungkap Menkeu secara virtual, Rabu (13/2021).
(baca juga: Menhan Prabowo Perkuat Hubungan Bilateral RI-AS Lewat Kerja Sama Alutsista )
Menurut dia, saat ini tantangan pertahanan nasional semakin dinamis. Ada yang sifatnya internal seperti terorisme, narkoba, separatisme dan konflik komunal, ada yang dari eksternal seperti konflik perbatasan, spionase, cyber war, proxy war atau isu senjata pemusnah massal dan juga transnational crime yang memang menjadi ancaman semua negara.
Lihat Juga :