Bangun Pabrik Vaksin Covid-19, Erick Thohir Minta Bio Farma Gandeng Swasta
Kamis, 14 Januari 2021 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi ini harus kita lakukan karena kita tahu memproduksi vaksin ini berbeda dengan produk farmasi lainnya, di mana, quality grat yang paling tinggi, dan proses produksinya juga proses yang semuanya harus steril sehingga memang kalau kita lihat dan ini menyambung pertanyaan Bapak Ibu kemarin, apakah tidak ada industri farmasi yang sanggup? Memang sampai hari ini, belum ada satupun industri farmasi di Indonesia yang mampu memiliki sertifikasi untuk membuat vaksin," kata dia
Karenanya, manajemen Bio Farma meminta dukungan kepada DPR agar harapan adanya pabrik vaksin bisa terealisasikan. Di mana, perseroan akan memulai langkah awal dengan melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan farmasi termasuk dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami juga mohon dukungan, Bio Farma akan melakukan pendampingan terhadap industri farmasi yang lain yang bisa memproduksi vaksin ini. Tentunya nanti kami juga berkoordinasi dengan BPOM untuk melanjutkan audit karena memang tidak ada satupun proses produksi yang bisa dilakukan sebelum mendapat sertifikasi dari BPOM," ujar Honesti.
Saat ini, Bio Farma telah mulai memproduksi 15 juta bulk atau bahan baku vaksin Sinovac. Holding BUMN Farmasi itu menargetkan proses proses akan berakhir pada Februari 2021 mendatang. Bahkan, emiten plat merah itu mampu memproduksi 1 juta dosis vaksin Sinovac dalam satu hari. Dengan begitu hingga Februari mendatang, 15 juta bulk akan siap dikonversi menjadi vaksin Covid-19.
Baca Juga: Bio Farma Produksi Vaksin Merah Putih di Kuartal III-2021
Karenanya, manajemen Bio Farma meminta dukungan kepada DPR agar harapan adanya pabrik vaksin bisa terealisasikan. Di mana, perseroan akan memulai langkah awal dengan melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan farmasi termasuk dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami juga mohon dukungan, Bio Farma akan melakukan pendampingan terhadap industri farmasi yang lain yang bisa memproduksi vaksin ini. Tentunya nanti kami juga berkoordinasi dengan BPOM untuk melanjutkan audit karena memang tidak ada satupun proses produksi yang bisa dilakukan sebelum mendapat sertifikasi dari BPOM," ujar Honesti.
Saat ini, Bio Farma telah mulai memproduksi 15 juta bulk atau bahan baku vaksin Sinovac. Holding BUMN Farmasi itu menargetkan proses proses akan berakhir pada Februari 2021 mendatang. Bahkan, emiten plat merah itu mampu memproduksi 1 juta dosis vaksin Sinovac dalam satu hari. Dengan begitu hingga Februari mendatang, 15 juta bulk akan siap dikonversi menjadi vaksin Covid-19.
Baca Juga: Bio Farma Produksi Vaksin Merah Putih di Kuartal III-2021
Lihat Juga :