Duh, Tingkat Melek Keuangan Kita Kalah Jauh oleh China dan India

loading...
Duh, Tingkat Melek Keuangan Kita Kalah Jauh oleh China dan India
Ilustrasi/sarjanaekonomi.co.id
JAKARTA - Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menuturkan, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan fintech pendanaan untuk mendukung program pemerintah meningkatkan inklusi keuangan yang masih 76% sepanjang 2019.

"Angka ini jauh dari China 97% dan India 97%. Literasi keuangan Indonesia malah jauh lebih rendah hanya 38%," kata Kuseryansyah di Jakarta, Jumat (15/1/2021). ( Baca juga:Inklusi Keuangan Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi )

Posisi literasi keuangan Indonesia masih rendah dibandingkan China yang sudah 87%, India 87%, Rusia 82%, dan Afrika Selatan 82%. Angka literasi keungan Indonesia saat ini hanya sebesar 34%.

Maka dari itu, lanjut dia, AFPI terpanggil untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan inklusi dan literasi keuangan nasional dengan mendorong penggunaan fintech di Indonesia. Salah satu sektor yang disasar adalah usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).



Di sini peran nyata AFPI untuk UMKM terlihat berhasil dari pembiayaan ke sektor ini yang mendominasi. Dalam penelitian DailySocial Research bertajuk Evolving Landscape of Fintech Lending in Indonesia per November 2020 terungkap bahwa peminjam fintech pendanaan didominasi oleh pelaku UMKM online dan offline. ( Baca juga:Conor McGregor Hina Khabib Nurmagomedov: Dia Gajah Kecil Gendut! )

"UMKM membutuhkan pembiayaan, karena 46,6 Juta UMKM belum memiliki akses kepada kredit," sebut dia.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top