Tambah Produksi 751 BOPD, Produksi PEP Adera Field 500 Persen dari Target

Jum'at, 15 Januari 2021 - 15:08 WIB
loading...
Tambah Produksi 751...
Pertamina EP menambah produksi minyak sebesar 751 barrel oil per day (BOPD) dari Sumur BNG-A1 di Adera Field. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Pertamina EP (PEP) , anak usaha PT Pertamina (Persero), berhasil menambah produksi minyak sebesar 751 barrel oil per day (BOPD) dari Sumur BNG-A1 di Adera Field. Jumlah produksi tersebut 500% dari target awal sebesar 150 BOPD.

Secara ekuivalen produksi minyak dan gas dari Sumur BNG-A1 mencapai 819 barrel oil equivalent per daya (BOEPD) atau 145% dari target sebesar 565 BOEPD, meskipun produksi gas yang mencapai 0,4 million standard cubic feet per day (MMSCFD).

General Manager Pertamina EP (PEP) Asset 2 Astri Pujianto mengatakan, capaian itu diperoleh di tengah penyesuaian program pemboran, mengingat adanya protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang sangat ketat. Hal ini memerlukan screening kesehatan berkala yang dilakukan dan tentu membatasi beberapa aktivitas.

Baca Juga: Tutup Tahun 2020, Pertamina EP Sukses Bor Step Out BBS-STO.01 di Subang Field

"Namun Alhamdulillah kegiatan dapat dilaksanakan, bahkan lebih cepat dari target waktu yang ditentukan," ujar Astri dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Program pemboran yang menggunakan Rig PDSI D1500-E/53 1.500 HP ini yang awalnya dilaksanakan dengan target 52 hari kalender dapat diselesaikan dalam 48 hari kalender. "Dengan demikian, menghasilkan efesiensi biaya dan waktu yang signifikan," imbuhnya.

Medical Supervisor PEP Asset 2 Dokter Nirwan Abidin mengatakan, penyesuaian protokol kesehatan terjadi pada crew change dan operasi personil saat di lapangan. "Ada perbedaan saat melakukan operasional pemboran di waktu normal dengan di masa pandemi, seperti medical test screening saat para engineer dan operator memasuki lokasi," katanya.

Semua personil, wajib melalukan karantina selama empat hari dan selanjutnya melaksanakan PCR test, begitu didapat hasilnya negatif dan dinyatakan fit untuk ke lokasi, barulah personil bersangkutan diperbolehkan memasuki lokasi kerja.

"Sebaliknya apabila hasil positif dan tidak fit, personel yang bersangkutan tidak diperkenankan memasuki lokasi atau bekerja," kata Nirwan.

Nirwan menambahkan meskipun kegiatan pemboran dilakukan dengan penyesuaian protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, kegiatan pemboran dapat dilaksanakan dengan aman, lancar dan selamat.

Kegiatan pemboran sumur sukes dilakukan setelah penyelesaian pemboran pada Lapisan K1 Formasi Talang Akar (TAF) Blok Barat Struktur Benuang yang belum pernah diproduksikan pada sumur-sumur sekitarnya. Adapun pemboran pada Blok Barat Struktur Benuang terakhir dilakukan pada 1986, sehingga keberhasilan ini tentunya menjadi potensi baru dan membuka peluang peningkatan produksi di Field Adera.

PEP Asset 2 Exploitation Senior Manager Adang Sukmatiawan mengatakan, keberhasilan pemboran di BNG-A1 di awal 2021 menambah semangat Tim EPT Asset 2 untuk mencari reservoir atau cadangan minyak baru yang belum pernah diproduksikan dan melakukan evaluasi potensi subsurface interfield.

Baca Juga: Sinergi BUMN, Pertamina EP Lirik Field Gunakan Layanan Premium Platinum Ekstra PLN UIWRKR

"Kami juga bekerja sama dengan tim Drilling and Work Over untuk memitigasi potensi risiko drilling hazard mungkin ditemui," kata Adang.

Saat ini Adera Field memproduksikan minyak sebesar 1.933 BOPD dan gas 9,9 MMSCFD. Berdasarkan data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas akhir Januari 2021 year-to-date, produksi minyak mentah PEP Asset 2 berada di angka 17.730 BOPD. Sedangkan produksi gas bumi berkisar di angka 335 MMSCFD. Produksi migas Asset 2 ini berasal dari lapangan Prabumulih, Limau, Adera dan Pendopo.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
PGTC 2026 Perkenalkan...
PGTC 2026 Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa
Mahasiswa UGM Pelajari...
Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas di Pertamina Patra Niaga
Hasil Efisiensi, PHE...
Hasil Efisiensi, PHE ONWJ Cetak Produksi Minyak Murni 1.321 BOPD
MT Gamsunoro, Skema...
MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
3 Terdakwa Kasus Minyak...
3 Terdakwa Kasus Minyak Mentah Dituntut 8 hingga 14 Tahun Penjara
2 Terdakwa Kasus Korupsi...
2 Terdakwa Kasus Korupsi LNG Dituntut 6,5 dan 5,5 Tahun Penjara
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved