Digoyang Corona, Investasi Minerba Ambrol

Jum'at, 15 Januari 2021 - 16:51 WIB
loading...
Digoyang Corona, Investasi...
Ilustrasi batu bara. FOTO/ANTARA/Aji Styawan
A A A
JAKARTA - Realisasi investasi mineral dan batu bara (minerba) sepanjang tahun 2020 mencapai USD4,01 miliar. Angka ini dibawah target yang direncanakan tahun 2020 sebesar USD7,75 miliar. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaludin mengatakan, secara umum kendala terbesar dalam capaian 2020 adalah terhambatnya mobilitas dan pengadaan barang jasa dalam pembangunan smelter akibat pandemi Covid-19.

"Investasi minerba tahun 2020 turun dari target yang ditetapkan semula. Secara umum karena kesulitan operasional, mobilisasi personil, peralatan dan lain-lain terkait investasi," ujarnya dalam konferensi pers Capaian Kinerja 2020 dan Rencana Kerja 2021 secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Parah! Energi Terbarukan Masih Memble, Kalah Telak dengan Fosil

Capaian investasi minerba tahun 2020 merupakan yang terendah dalam setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2017, realisasi investasi minerba tercatat sebesar USD6,13 miliar, kemudian naik pada tahun 2018 sebesar USD7,48 miliar. Namun pada tahun 2019 kembali turun menjadi USD6,5 miliar.

Sepanjang tahun 2020, ada 193 perusahaan yang berinvestasi. Secara rinci, 27 dari perusahaan yang berstatus Kontrak Karya (KK), 48 pemegang status PKP2B, 2 pemegang status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), 3 IUP BUMN, dan 34 IUP Pusat batu bara. Selanjutnya, 18 IUP pusat mineral, 11 IUP OPK olah murni, 32 IUP daerah, 18 Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP).

Ridwan melanjutkan, pihaknya terus mendorong tetap terjaganya iklim investasi minerba dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dia menargetkan investasi tahun 2021 sebesar USD5,9 miliar. Adapun strategi yang akan dilakukan di tahun 2021 adalah memonitor secara ketat pembangunan smelter dan memberikan sanksi kepada perusahaan smelter yang tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan. Selain juga mengintensifikasi fasilitas penyelesaian kendala perizinan.

Baca Juga: Perpres EBT Tak Kunjung Diteken Jokowi, Ini Alasannya

"Kami bekerja keras untuk mengejar ini dengan cara memfasilitas calon usaha atau calon investor yang berminat untuk kami layani sebaik-baiknya. Kami bekerja sama dengan BKPM sehingga mekanisme yang diterapkan nanti sudah sejalan dan harmonis dengan minerba," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas...
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas Kasus Tambang, Dukung Langkah Tegas Kejagung
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Berita Terkini
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Infografis
Realisasi Investasi...
Realisasi Investasi Asing di IKN Ditarget Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved