Pasar Lebih Optimistis Dibandingkan Kondisi Makro
Jum'at, 15 Januari 2021 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Program Langit Biru Dinilai Berdampak ke Kesehatan dan Produktivitas Pekerja
"Aspek-aspek menarik, seperti, perbedaan suku bunga riil, yang lebar, harga pasar untuk penguatan rupiah, arus masuk kembali utang luar negeri, dan imbal hasil tinggi versus obligasi daerah, telah membantu pasar utang memulai tahun 2021 dengan optimistis," paparnya.
Baca Juga: Garuda Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp8,5 Triliun, Buat Apa?
Radhika menuturkan DBS tetap berpandangan konstruktif terhadap obligasi rupiah pada tahun ini. Namune perjalanannya mungkin bergejolak setelah kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS dan kenaikan harga komoditas baru-baru ini.
"Aspek-aspek menarik, seperti, perbedaan suku bunga riil, yang lebar, harga pasar untuk penguatan rupiah, arus masuk kembali utang luar negeri, dan imbal hasil tinggi versus obligasi daerah, telah membantu pasar utang memulai tahun 2021 dengan optimistis," paparnya.
Baca Juga: Garuda Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp8,5 Triliun, Buat Apa?
Radhika menuturkan DBS tetap berpandangan konstruktif terhadap obligasi rupiah pada tahun ini. Namune perjalanannya mungkin bergejolak setelah kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS dan kenaikan harga komoditas baru-baru ini.
(nng)
Lihat Juga :