Bukan Anak Konglomerat, Erick Thohir Kenang Masa Kecil Temani Ibu Jualan Baju
Minggu, 17 Januari 2021 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Mancini Soroti Duel Lukaku - Ronaldo Saat Inter vs Juventus )
Bahkan, lelaki kelahiran Jakarta 1970 itu pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) periode 2006-2010. Dia pun terpilih menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua periode atau pada 2006-2010 dan 2010-2014.
Sebelumnya Erick sudah merintis bisnisnya di bidang olahraga. Di mana, dia mendirikan klub Bola Basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta. Pembentukan klub basket itu diiringi dengan keinginannya menjadikan olahraga sebagai kebutuhan dan bisnis.
Meski begitu, dibalik suksesnya Menteri BUMN tak banyak yang tahu jika Erick pernah menelan pil pahit di masa kecilnya. Di depan sejumlah karyawan dan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dia menuturkan separuh kisahnya itu.
(Baca juga: Tragis, Kasus Bunuh Diri di Jepang Naik 16% saat Gelombang Kedua COVID-19 )
Dari keterangannya, Erick tidak berasal dari keluarga konglomerat. Justru, ayahnya berasal dari daerah Gunung Sugih, Lampung, yang merantau ke Jakarta untuk memperoleh pekerjaan dan pendidikan yang layak. Di masa itu, selain bersekolah kesehariannya adalah menemani sang Ibu berjualan baju di pasar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Bahkan, lelaki kelahiran Jakarta 1970 itu pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) periode 2006-2010. Dia pun terpilih menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua periode atau pada 2006-2010 dan 2010-2014.
Sebelumnya Erick sudah merintis bisnisnya di bidang olahraga. Di mana, dia mendirikan klub Bola Basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta. Pembentukan klub basket itu diiringi dengan keinginannya menjadikan olahraga sebagai kebutuhan dan bisnis.
Meski begitu, dibalik suksesnya Menteri BUMN tak banyak yang tahu jika Erick pernah menelan pil pahit di masa kecilnya. Di depan sejumlah karyawan dan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dia menuturkan separuh kisahnya itu.
(Baca juga: Tragis, Kasus Bunuh Diri di Jepang Naik 16% saat Gelombang Kedua COVID-19 )
Dari keterangannya, Erick tidak berasal dari keluarga konglomerat. Justru, ayahnya berasal dari daerah Gunung Sugih, Lampung, yang merantau ke Jakarta untuk memperoleh pekerjaan dan pendidikan yang layak. Di masa itu, selain bersekolah kesehariannya adalah menemani sang Ibu berjualan baju di pasar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Lihat Juga :