Sisi Gelap Anak Muda Main Saham
Senin, 18 Januari 2021 - 05:36 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian ada masalah tingkat literasi keuangan yang masih rendah. Dari beberapa kasus, ada yang terlalu kepedean namun ketika saham banyak yang ambruk langsung akhirnya tidak siap menerima kerugian.
Literasi keuangan Indonesia masih di bawah 40% dan mungkin sebagian besar masyarakat belum memahami financial planning. Bahayanya mereka menggunakan dana sehari-hari untuk trading saham lalu hanya berharap keuntungan yang besar, tapi tidak memperhitungkan risikonya.
Secara umum dia menjelaskan sebelum investasi pada saham, ada baiknya menyiapkan tabungan dana-dana penting sebagai contoh; Dana pendidikan, Dana kesehatan, Dana kebutuhan sehari-hari, Dana cadangan, Investasi yang fisik dahulu seperti rumah, emas, atau bangun bisnis. "Baru setelah itu trading saham," ujarnya.
Pengamat keuangan Eko Endarto mengatakan, masalah penggunaan uang pribadi untuk investasi adalah masalah klasik. Menurutnya ini biasa terjadi saat masyarakat awam masuk ke dalam investasi yang tidak dia ketahui benar sisi risk dan returnnya.
Masyarakat hanya melihat dari sisi return dan menafikan adanya risiko. Padahal rumusnya jelas makin tinggi return maka potensi risk akan makin tinggi.
Literasi keuangan Indonesia masih di bawah 40% dan mungkin sebagian besar masyarakat belum memahami financial planning. Bahayanya mereka menggunakan dana sehari-hari untuk trading saham lalu hanya berharap keuntungan yang besar, tapi tidak memperhitungkan risikonya.
Secara umum dia menjelaskan sebelum investasi pada saham, ada baiknya menyiapkan tabungan dana-dana penting sebagai contoh; Dana pendidikan, Dana kesehatan, Dana kebutuhan sehari-hari, Dana cadangan, Investasi yang fisik dahulu seperti rumah, emas, atau bangun bisnis. "Baru setelah itu trading saham," ujarnya.
Pengamat keuangan Eko Endarto mengatakan, masalah penggunaan uang pribadi untuk investasi adalah masalah klasik. Menurutnya ini biasa terjadi saat masyarakat awam masuk ke dalam investasi yang tidak dia ketahui benar sisi risk dan returnnya.
Masyarakat hanya melihat dari sisi return dan menafikan adanya risiko. Padahal rumusnya jelas makin tinggi return maka potensi risk akan makin tinggi.
Lihat Juga :