Bos BSI Pede, Empat Tahun Lagi Bank Syariah Hasil Merger Jadi Pemain Global

Selasa, 19 Januari 2021 - 15:09 WIB
loading...
Bos BSI Pede, Empat...
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Utama sekaligus Ketua Project Management Office (PMO) merger Bank Syariah BUMN atau Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengklaim, BSI mampu mewujudkan visi menjadi pemain global dan pemain utama di industri perbankan syariah dunia dalam kurun waktu 3-4 tahun mendatang. Sikap optimistis itu didasari pada bahwa bisnis keuangan dan pelayanan Bank Syariah Indonesia yang difokuskan pada segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ritel, konsumer, serat dipadu dengan kemampuan mengelola nasabah wholesale.

"Integrasi tiga bank syariah milik BUMN merupakan wujud inisiatif pemerintah untuk membangkitkan industri syariah, yang selama ini dianggap sebagai raksasa tidur," ujar Hery Selasa (19/1/2021).



Nilai aset BSI diperkirakan mencapai Rp240 triliun dan melayani lebih dari 14,9 juta nasabah. Hery juga yakin bahwa manajemen BSI juga akan berupaya menjawab berbagai tantangan pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah di Tanah Air. Pihaknya pun akan mendorong capability technology system karena instrumen itu akan akan membawa bisnis perseroan lebih baik lagi.

“Infrastruktur ini bisa menjawab tantangan yang dihadapi perbankan syariah, antara lain kita harus bisa memperkuat daya saing perbankan syariah di industri. Dari sisi produk, kita mesti punya produk yang lebih variatif dengan kombinasi kapabilitas tiga bank yang membawa kelebihannya masing-masing," katanya.

Bank Syariah Indonesia juga akan memiliki beragam produk untuk ditawarkan kepada masyarakat, baik di segmen ritel, UMKM, serta korporasi. Dengan dukungan teknologi, BSI siap menyediakan pengalaman perbankan digital bagi pelanggan. Di mana, layanan emiten plat merah itu akan didukung jaringan yang cukup luas dengan operasional lebih dari 1.200 cabang untuk melayani masyarakat di semua daerah.



Pada kesempatan yang sama, Peneliti Senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia (UI) Banjaran Surya Indrastomo menilai, perbankan syariah bisa menjadi pusat pertumbuhan dengan berbagai inisiatif yang sudah ada. Perbankan syariah juga diharap turut mempromosikan research & development (R&D) di bidang keuangan melalui investasi ke lembaga riset.

“Selama ini OJK dan BI sudah sangat luar biasa untuk mendorong R&D, mungkin Bank Syariah Indonesia boleh lah memiliki lembaga penelitian independen sendiri atau memberi dukungan terhadap R&D," ujar dia.

Lalu, tugas besar BSI untuk bisa menarik likuiditas yang besar dari Timur Tengah dengan aksi korporasi seperti pembukaan cabang (representative office) atau menjadi salah satu backbone untuk mendukung sukuk insurance "Sampai Dubai sehingga dana yang abandon di sana mampu mendorong perekonomian Indonesia,” kata Banjaran.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dua Direksi Digeser...
Dua Direksi Digeser ke BRI, BSI Optimistis Lanjutkan Pondasi yang Dibangun Hery Gunardi
Profil Hery Gunardi,...
Profil Hery Gunardi, Direktur Utama BRI yang Baru
Naik 14%, BSI Siapkan...
Naik 14%, BSI Siapkan Uang Tunai Rp42,88 Triliun Menjelang Idulfitri 1446 H
BSI Cetak Laba Bersih...
BSI Cetak Laba Bersih Rp7,01 Triliun di 2024, Tumbuh 22,83%
Dorong Pertumbuhan UMKM,...
Dorong Pertumbuhan UMKM, BSI Gelar Roadshow Talenta Wirausaha di Balikpapan
Merangkul Wirausaha...
Merangkul Wirausaha Muda di 8 Kota, BSI Luncurkan Onboarding TWB 2024
Dukung Indonesia Islamic...
Dukung Indonesia Islamic Financial Center (IIFC), BSI Siap Akselerasi Global Hub & Islamic Ecosytem
BSI Siapkan Future Leader...
BSI Siapkan Future Leader Bank Syariah melalui ODP
BSI Buka Layanan Weekend...
BSI Buka Layanan Weekend Banking di 568 Kantor Cabang Selama Agustus 2024
Rekomendasi
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
3 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
4 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
5 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara BRICS Terkuat...
5 Negara BRICS Terkuat di Tahun 2025 Versi Global Fire Power
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved