Waduh! Utang BUMN Karya Diramal Ciptakan Mega-Krisis BUMN

Minggu, 24 Januari 2021 - 17:50 WIB
loading...
Waduh! Utang BUMN Karya...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perusahaan konstruksi milik negara atau yang biasa disebut badan usaha milik negara (BUMN) karya kini sedang mendapatkan sorotan. Pasalnya, BUMN Karya menjadi salah satu dari tiga perusahaan pelat merah yang memiliki utang besar .

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, utang yang besar pada BUMN karya karena penugasan pembangunan infrastruktur yang masif dari pemerintah. Sayangnya penugasan ini dilakukan di saat permintaan sedang lesu. ( Baca juga:Utang BUMN Selangit, Netizen: Buat Bancakan Belatung Busuk )

"Soal utang BUMN karya ini kan karena salah pemerintah sendiri karena kasih penugasan bangun infrastruktur tapi tidak melihat kondisi permintaan yang lesu," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (24/1/2021).

Menurut Bhima, sebelum pandemi perusahaan BUMN ini diminta untuk mencari pembiayaan lewat utang untuk membiayai proyek infrastruktur. Sementara itu, setelah jadi utilitas dari para pengguna sangat rendah sekali.

"Sebelum pandemi BUMN diminta cari utang bahkan sampai ke China untuk buat proyek macam-macam, jalan tol sampai bandara. Ujungnya utilitas pengguna rendah sekali, banyak proyek yg kesulitan bahkan untuk menutup biaya operasional setelah proyek berjalan," ucap Bhima.

Baca juga: Investasi Moncer di 2020, Tapi Belum Ngefek ke Ekonomi

Setelah itu, datanglah pandemi virus Corona yang membuat rasio utang terhadap modal loncat. Bima memperkirakan akan ada mega-krisis di perusahaan BUMN ini yang pada akhirnya butuh suntikan dana dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara).

"Datanglah pandemi yang buat rasio utang terhadap modal loncat. Ini saya kira akan ada mega-krisis besar di BUMN, dan ujungnya butuh suntikan dana lebih dari APBN," ucapnya.

Senada, Direktur Riset CORE Piter Abdullah menyebut bengkaknya utang BUMN karya ini karena banyaknya penugasan yang diberikan oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur. Masifnya pembangunan ini membutuhkan biaya yang sangat besar.

"Kalau untuk yang karya itu kan banyak sekali melakukan pembangunan infrastruktur. Tugas dari pemerintah itu kan memberikan pembiayaan yang luar biasa besar. Dan untuk pembiayaan itu, mereka melakukan leverage dengan berutang," ucapnya. ( Baca juga:Mengapa di Indonesia Banyak Terjadi Gempa Bumi? Ini Penjelasannya )

Namun menurut Piter, utang yang dilakukan perusahaan ini merupakan sesuatu yang wajar. Karena dengan pembangunan yang dibiayai lewat utang, diharapkan bisa terjadi perputaran uang di masa mendatang.

Namun yang menjadi masalah, memutar aset jangka panjang seperti infrastruktur tidaklah mudah. Oleh karena itu, piutang yang dimiliki oleh perusahaan BUMN ini juga cukup besar.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved