Luhut Buka-bukaan Proyek di Kawasan Pelabuhan Merak-Bakauheni
Rabu, 27 Januari 2021 - 08:35 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru saja menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di kawasan pelabuhan Merak-Bakauheni-Tol Lampung. Dalam rakor tersebut dibahas beberapa pembangunan infrastruktur dan transportasi yang dicanangkan untuk segera dibangun. Salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 adalah menurunkan kesenjangan dan meningkatkan infrastruktur termasuk di kawasan Merak-Bakauheni-Lampung.
"Pembangunan di wilayah ini menjadi penting karena terdapat 21 juta orang dan 4,5 juta kendaraan yang melewati Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).
Baca Juga: Luhut: RI Potensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua Dunia
Pertama, kata Luhut, Tol Trans Sumatera diharapkan dapat selesai pada kuartal pertama tahun 2024. Saat ini, 40% pembangunannya sudah selesai dan harus mampu menghubungkan banyak titik di Sumatera agar tercipta simpul ekonomi baru yang berdampak bagi keseimbangan perekonomian.
"Ketika tol sudah mulai beroperasi, diharapkan dapat melancarkan konektivitas, mengefisiensikan waktu, menghemat biaya, meningkatkan kelancaran logistik, serta dapat menghubungkan dengan banyak kawasan, termasuk kawasan industri, kawasan pariwisata, dan simpul produksi lainnya," ungkap Luhut.
"Pembangunan di wilayah ini menjadi penting karena terdapat 21 juta orang dan 4,5 juta kendaraan yang melewati Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).
Baca Juga: Luhut: RI Potensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua Dunia
Pertama, kata Luhut, Tol Trans Sumatera diharapkan dapat selesai pada kuartal pertama tahun 2024. Saat ini, 40% pembangunannya sudah selesai dan harus mampu menghubungkan banyak titik di Sumatera agar tercipta simpul ekonomi baru yang berdampak bagi keseimbangan perekonomian.
"Ketika tol sudah mulai beroperasi, diharapkan dapat melancarkan konektivitas, mengefisiensikan waktu, menghemat biaya, meningkatkan kelancaran logistik, serta dapat menghubungkan dengan banyak kawasan, termasuk kawasan industri, kawasan pariwisata, dan simpul produksi lainnya," ungkap Luhut.
Lihat Juga :