Luhut Buka-bukaan Proyek di Kawasan Pelabuhan Merak-Bakauheni
Rabu, 27 Januari 2021 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mulai Hari Ini 'Kekuasaan' Luhut Merambah Dunia Atletik
Kedua, akan dibangun proyek Bakauheni Harbour City yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di kawasan pariwisata Bakauheni. Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ira Puspadewi menambahkan, wilayah Bakauheni ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu hub pariwisata Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, mengingat Bakauheni dikelilingi oleh beragam objek wisata, mulai dari sejarah, alam, dan pariwisata minat khusus.
"Nantinya, pelabuhan ini akan dibangun seluas 214 hektar dan akan dibangun pula Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, dan taman bermain di dalam kawasannya," jelasnya.
Ira berekspektasi agar kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional, bukan hanya menjadi pelabuhan penyeberangan yang berkontribusi sebesar 42,2% atau sekitar 20,7 juta penumpang per tahunnya. Ketiga, Menko Luhut mengatakan bahwa nantinya kawasan ini dapat digunakan sebagai lahan hortikultura, serupa dengan yang dibangun di daerah Toba sehingga dapat menjadi penopang kebutuhan pangan di Indonesia.
Rencana tersebut sesuai dengan penjelasan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bahwa Provinsi Lampung memiliki lahan perkebunan dengan ketinggian 700-1200 kilometer di atas laut. "Saya berharap pembangunan transportasi dan infrastruktur di wilayah ini dapat berjalan lancar dan segera selesai. Perlu diingat bahwa semua pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi dan efisien," tandas dia.
Kedua, akan dibangun proyek Bakauheni Harbour City yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di kawasan pariwisata Bakauheni. Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ira Puspadewi menambahkan, wilayah Bakauheni ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu hub pariwisata Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, mengingat Bakauheni dikelilingi oleh beragam objek wisata, mulai dari sejarah, alam, dan pariwisata minat khusus.
"Nantinya, pelabuhan ini akan dibangun seluas 214 hektar dan akan dibangun pula Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, dan taman bermain di dalam kawasannya," jelasnya.
Ira berekspektasi agar kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional, bukan hanya menjadi pelabuhan penyeberangan yang berkontribusi sebesar 42,2% atau sekitar 20,7 juta penumpang per tahunnya. Ketiga, Menko Luhut mengatakan bahwa nantinya kawasan ini dapat digunakan sebagai lahan hortikultura, serupa dengan yang dibangun di daerah Toba sehingga dapat menjadi penopang kebutuhan pangan di Indonesia.
Rencana tersebut sesuai dengan penjelasan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bahwa Provinsi Lampung memiliki lahan perkebunan dengan ketinggian 700-1200 kilometer di atas laut. "Saya berharap pembangunan transportasi dan infrastruktur di wilayah ini dapat berjalan lancar dan segera selesai. Perlu diingat bahwa semua pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi dan efisien," tandas dia.
(nng)
Lihat Juga :