Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Awas! Masyarakat Makin Lama Tahan Belanja

loading...
Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Awas! Masyarakat Makin Lama Tahan Belanja
Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia menurut Ekonom akan berdampak terhadap masyarakat yang bakal lebih lama menahan belanja. Foto/Dok
JAKARTA - Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia menurut Ekonom Indef Bhima Yudistira, akan berdampak terhadap masyarakat yang bakal lebih lama menahan belanja . Sebagai informasi, total kasus positif Covid-19 di Indonesia kini menjadi 1.012.350 kasus.

"Kalau kasus harian masih tinggi sementara dilakukan pembatasan sosial terus, ya ini efeknya akan membuat masyarakat makin lama menahan belanja," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan

Kata dia, kelas atas menahan uang di bank terlihat dari pertumbuhan simpanan yang tinggi. Saat ini ada kecenderungan pemilik rekening di bawah Rp 100 juta bakal lebih berhemat

"Bahkan yang sudah diberi insentif tunai dari pemerintah juga tidak langsung membelanjakan uangnya," ungkapnya.



Ada vaksin, tapi kasus harian tinggi akhirnya banyak yang khawatir tertular virus ketika belanja, jalan-jalan atau makan di luar rumah. "Kinerja konsumsi rumah tangga bisa kontraksi cukup dalam di kuartal I 2021," imbuhnya.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Dokter Reisa Setelah Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus Satu Juta

Awalnya ada optimisme, tapi sepertinya pemulihan ekonomi berjalan lebih lambat dari ekspektasi. Vaksin tentu bukan motor utama pemulihan, perlu ditopang juga dengan kenaikan stimulus pemerintah. "Ini penanganan kasus harian covid yang lebih optimal," tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top