Wow! Utang BUMN hingga 2020 Capai Rp1.682 Triliun
Kamis, 28 Januari 2021 - 23:22 WIB
loading...
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan kesulitan keuangan BUMN, utang meningkat dan sementara di sisi lainnya, konstruksi sejumlah infrastruktur harus terus dijalankan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, hingga September 2020 utang perseroan negara mencapai Rp1.682 triliun. Utang BUMN tersebut didominasi oleh pinjaman pembiayaan pembangunan infrastruktur .
Baca Juga: Waduh! Utang BUMN Karya Diramal Ciptakan Mega-Krisis BUMN
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan kesulitan keuangan BUMN, sementara di sisi lainnya, konstruksi sejumlah infrastruktur harus terus dijalankan. Hal itu yang membuat utang BUMN meningkat.
"Memang kami sangat diharapkan membangun infrastruktur dasar seperti tol, bandara, pelabuhan membuat secara posisi utang BUMN meningkat mencapai Rp1.682 triliun di bulan sembilan 2020," ujarnya dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1/2021).
Utang BUMN tidak saja terjadi pada 2020. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan utang 2020 relatif lebih tinggi. Pada tahun-tahun sebelumnya, perseroan memang sudah terbebani utang. Tiko -sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo- menyebut, utang BUMN sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir.
Dalam catatan Kementerian BUMN, sejak 2017 utang BUMN mencapai Rp942,9 triliun. Sementara pada 2018 meningkat menjadi Rp1.251,7 triliun dan di tahun 2019 utang perseroan meningkat menjadi Rp1.393 triliun. Dan pada 2020 mencapai Rp1.682 triliun.
Baca Juga: Waduh! Utang BUMN Karya Diramal Ciptakan Mega-Krisis BUMN
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan kesulitan keuangan BUMN, sementara di sisi lainnya, konstruksi sejumlah infrastruktur harus terus dijalankan. Hal itu yang membuat utang BUMN meningkat.
"Memang kami sangat diharapkan membangun infrastruktur dasar seperti tol, bandara, pelabuhan membuat secara posisi utang BUMN meningkat mencapai Rp1.682 triliun di bulan sembilan 2020," ujarnya dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1/2021).
Utang BUMN tidak saja terjadi pada 2020. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan utang 2020 relatif lebih tinggi. Pada tahun-tahun sebelumnya, perseroan memang sudah terbebani utang. Tiko -sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo- menyebut, utang BUMN sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir.
Dalam catatan Kementerian BUMN, sejak 2017 utang BUMN mencapai Rp942,9 triliun. Sementara pada 2018 meningkat menjadi Rp1.251,7 triliun dan di tahun 2019 utang perseroan meningkat menjadi Rp1.393 triliun. Dan pada 2020 mencapai Rp1.682 triliun.
Lihat Juga :