Tol Trans Sumatera Disebut Terancam Distop karena Modal Kurang, HK Buka Suara
Jum'at, 29 Januari 2021 - 17:07 WIB
loading...
PT Hutama Karya (Persero) buka suara terkait isu terancam terhentinya pembangunan Tol Trans Sumatera. Isu tersebut menyusul defisit PMN hingga mencapai Rp60 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) buka suara terkait isu terancam terhentinya pembangunan Tol Trans Sumatera . Isu tersebut menyusul defisit penyertaan modal negara (PMN) hingga mencapai Rp60 triliun yang dialami oleh Hutama Karya (HK).
Baca Juga: Modal Kurang Rp60 Triliun, Tol Trans Sumatera Terancam Stop
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengatakan, pihaknya optimis pembangunan jalan tol Trans Sumatera bisa segera dituntaskan. Meskipun dalam pelaksanaan di lapangan, pembangunan jalan tol Trans Sumatera menemui beberapa tantangan termasuk terkait pendanaan.
"Meski kerap kali dihadapkan dengan tantangan, baik di lapangan atau dari segi pendanaan dalam membangun mega proyek ini, namun perusahaan optimis mampu menyelesaikan proyek yang juga masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (29/1/2021).
Menurut Fauzan, pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan. Meskipun saat ini situasinya sedang sulit karena adanya pandemi covid-19 yang melanda hampir sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia.
Apalagi, Hutama Karya sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi diberikan mandat langsung oleh pemerintah untuk membangun jalan Tol Trans Sumatera. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 117 tahun 2015.
Baca Juga: Modal Kurang Rp60 Triliun, Tol Trans Sumatera Terancam Stop
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengatakan, pihaknya optimis pembangunan jalan tol Trans Sumatera bisa segera dituntaskan. Meskipun dalam pelaksanaan di lapangan, pembangunan jalan tol Trans Sumatera menemui beberapa tantangan termasuk terkait pendanaan.
"Meski kerap kali dihadapkan dengan tantangan, baik di lapangan atau dari segi pendanaan dalam membangun mega proyek ini, namun perusahaan optimis mampu menyelesaikan proyek yang juga masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (29/1/2021).
Menurut Fauzan, pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan. Meskipun saat ini situasinya sedang sulit karena adanya pandemi covid-19 yang melanda hampir sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia.
Apalagi, Hutama Karya sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi diberikan mandat langsung oleh pemerintah untuk membangun jalan Tol Trans Sumatera. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 117 tahun 2015.
Lihat Juga :