Kenaikan Harga CPO Bikin Laba Bersih Sawit Sumbermas Melonjak 4.000%
Senin, 01 Februari 2021 - 21:02 WIB
loading...
Kinerja emiten sawit terkerek karena harga CPO naik. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memperkirakan dapat meraih laba bersih sepanjang tahun 2020 mencapai Rp500 miliar. Angka tersebut melonjak lebih dari 4.000% dibandingkan laba bersih tahun 2019 yang sebesar Rp12 miliar.
Lonjakan laba bersih tersebut didorong oleh naiknya pendapatan perseroan sepanjang tahun 2020 yang diperkirakan menjadi Rp4 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp3,2 triliun.
“Peningkatan pendapatan penjualan yang cukup signifikan ini juga dipicu oleh tren positif kenaikan harga jual rata-rata CPO dunia yang mengalami peningkatan di kuartal III/ 2020,” ujar Head of Corporate Secretary SSMS Swasti Kartikaningtyas di Jakarta, Senin (1/2/2021). (Baca juga:Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya)
Menurut Swasti, perseroan mampu melalui tantangan usaha sepanjang tahun 2020 dengan baik hingga mendapatkan pencapaian yang positif lantaran memacu sinergi antar lini bisnis perusahaan untuk terus mendukung beragam program strategis demi mewujudkan pencapaian target yang telah kami tetapkan. “Sejak awal kami optimistis, sehingga tercapai hasil yang positif ini,” jelas Swasti.
Manajemen SSMS, lanjut dia, mengimplementasikan beragam strategi terpadu, seperti pemupukan dan perawatan tanaman yang terukur serta mekanisasi perkebunan untuk menjaga kualitas lahan dan kemampuan produksi untuk mengantisipasi momentum peningkatan harga CPO di masa pandemi ini.
Dia optimitis kinerja operasional dan keuangan perseroan pada tahun 2021 bakal meningkat kendati terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, SSMS memiliki beberapa kelebihan yang bisa menjadi katalis positif terhadap kinerja keuangan yang berkesinmabungan seiring dengan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Dia menuturkan, pertumbuhan dan proyeksi kinerja keuangan 2021 itu menunjukkan komitmen perseroan dalam mengupayakan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan aspek berkelanjutan.
Lonjakan laba bersih tersebut didorong oleh naiknya pendapatan perseroan sepanjang tahun 2020 yang diperkirakan menjadi Rp4 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp3,2 triliun.
“Peningkatan pendapatan penjualan yang cukup signifikan ini juga dipicu oleh tren positif kenaikan harga jual rata-rata CPO dunia yang mengalami peningkatan di kuartal III/ 2020,” ujar Head of Corporate Secretary SSMS Swasti Kartikaningtyas di Jakarta, Senin (1/2/2021). (Baca juga:Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya)
Menurut Swasti, perseroan mampu melalui tantangan usaha sepanjang tahun 2020 dengan baik hingga mendapatkan pencapaian yang positif lantaran memacu sinergi antar lini bisnis perusahaan untuk terus mendukung beragam program strategis demi mewujudkan pencapaian target yang telah kami tetapkan. “Sejak awal kami optimistis, sehingga tercapai hasil yang positif ini,” jelas Swasti.
Manajemen SSMS, lanjut dia, mengimplementasikan beragam strategi terpadu, seperti pemupukan dan perawatan tanaman yang terukur serta mekanisasi perkebunan untuk menjaga kualitas lahan dan kemampuan produksi untuk mengantisipasi momentum peningkatan harga CPO di masa pandemi ini.
Dia optimitis kinerja operasional dan keuangan perseroan pada tahun 2021 bakal meningkat kendati terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, SSMS memiliki beberapa kelebihan yang bisa menjadi katalis positif terhadap kinerja keuangan yang berkesinmabungan seiring dengan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Dia menuturkan, pertumbuhan dan proyeksi kinerja keuangan 2021 itu menunjukkan komitmen perseroan dalam mengupayakan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan aspek berkelanjutan.
Lihat Juga :