Kenaikan Harga CPO Bikin Laba Bersih Sawit Sumbermas Melonjak 4.000%
Senin, 01 Februari 2021 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Swasti berpendapat tren kenaikan harga CPO global bisa berdampak positif bagi bisnis perusahaan sehingga menjadi momentum untuk untuk menggenjot produksi CPO. “Kami menargetkan produksi CPO di tahun 2021 meningkat 10% hingga 15% dibandingkan target pada 2020, dengan tingkat rata-rata tingkat ekstraksi minyak (OER/oil extraction rate) sebesar 22,5%.” imbuh Swasti.
Dia menegaskan, produksi jangka panjang perseroan dipastikan akan terus meningkat seiring dengan profil usia perkebunan yang masih berada pada usia produksi yang prima, karena peningkatan pendapatan perseroan paling tinggi juga berasal dari produksi TBS (tandan buah segar) internal yang terus tumbuh.
Sementara itu, akibat kinerja yang melonjak, membuat harga saham SSMS pada akhir tahun 2020 naik sekitar 48% menjadi Rp 1,250 dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2019 seharga Rp845. Hal ini menandakan investor dapat melihat dengan jeli bahwa potensi perseroan di masa depan sangat baik.
Di sisi lain, Swasti mengungkapkan, SSMS pada 19 Januari 2021 lalu telah melunasi bunga obligasi tahap I Tahun 2021. Rinciannya, nilai pokok utang sebesar USD300 juta, dan memiliki tingkat bunga 7,75% per tahun. Entitas anak perseroan yaitu SSMS Plantation Holding Pte Ltd, menerbitkan obligasi senilai USD300 juta.
Surat utang itu telah dicatatkan dan diperdagangkan di SGX-ST pada 24 Januari 2018. Jatuh tempo pembayaran surat utang pada tahun 2023. Pembayaran bunga dilakukan setiap 6 bulan mulai 23 Juli 2018 dan berakhir pada 23 Januari 2023.
Dia menegaskan, produksi jangka panjang perseroan dipastikan akan terus meningkat seiring dengan profil usia perkebunan yang masih berada pada usia produksi yang prima, karena peningkatan pendapatan perseroan paling tinggi juga berasal dari produksi TBS (tandan buah segar) internal yang terus tumbuh.
Sementara itu, akibat kinerja yang melonjak, membuat harga saham SSMS pada akhir tahun 2020 naik sekitar 48% menjadi Rp 1,250 dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2019 seharga Rp845. Hal ini menandakan investor dapat melihat dengan jeli bahwa potensi perseroan di masa depan sangat baik.
Di sisi lain, Swasti mengungkapkan, SSMS pada 19 Januari 2021 lalu telah melunasi bunga obligasi tahap I Tahun 2021. Rinciannya, nilai pokok utang sebesar USD300 juta, dan memiliki tingkat bunga 7,75% per tahun. Entitas anak perseroan yaitu SSMS Plantation Holding Pte Ltd, menerbitkan obligasi senilai USD300 juta.
Surat utang itu telah dicatatkan dan diperdagangkan di SGX-ST pada 24 Januari 2018. Jatuh tempo pembayaran surat utang pada tahun 2023. Pembayaran bunga dilakukan setiap 6 bulan mulai 23 Juli 2018 dan berakhir pada 23 Januari 2023.
(bai)
Lihat Juga :