Direkomendasi Bea Cukai, Lazada Indonesia Raih WCO Certificate of Merit 2021
Rabu, 03 Februari 2021 - 05:43 WIB
loading...
A
A
A
"Kami percaya bahwa inisiatif yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini menunjukkan bahwa proses yang lebih efisien bisa membantu pelaku bisnis, terutama di masa yang penuh tantangan sekarang ini," sambungnya saat menerima penghargaan secara virtual.
Dalam sambutannya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bagaimana situasi pandemi telah mengubah segala aspek sisi kesehatan dan sosial masyarakat, termasuk dari sisi perekonomian. Karena itu ia menegaskan pentingnya meningkatkan operasi logistik nasional, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memfasilitasi kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem logistik.
Menurut Sri Mulyani, Ekosistem Logistik Nasional yang baru-baru ini didirikan bertujuan untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien, sederhana, terjangkau, dan transparan. Platform digital memfasilitasi kolaborasi sistem informasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menyederhanakan dan menyelaraskan alur informasi dan dokumen dalam kegiatan ekspor atau impor di pelabuhan, serta perdagangan domestik melalui pertukaran data.
Sejak awal masa pandemi di bulan April 2020, dengan dukungan dari tim Teknis Kepabeanan Impor dan IKC Pusat, Lazada mulai mengimplementasikan skema “Delivery Duty Paid” untuk mempercepat dan meningkatkan layanan dan pengawasan atas impor barang kiriman eCommerce. Melalui skema yang merupakan inisiatif dari DJBC ini, Lazada mampu menyelesaikan proses customs clearance untuk barang impor kiriman eCommerce dalam kurun waktu rata-rata 1 jam, lebih cepat dibandingkan proses manual.
Komitmen kuat yang dijalankan Lazada juga ditegaskan oleh Head of Public Policy Lazada Indonesia, Waizly Darwin. “Sudah sejak lama kami menjalin kerja sama erat dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memastikan kelancaran arus barang kiriman lintas negara. Penerapan skema “Delivery Duty Paid” ini tidak hanya untuk mempercepat proses customs clearance atas barang impor kiriman eCommerce sehingga menjadikan proses customs yang efisien dari sisi waktu dan biaya, namun juga menjadi bentuk komitmen kami untuk mendukung Pemerintah Indonesia menjalankan sistem informasi yang transparan dan taat peraturan,” ungkap Waizly.
Dalam sambutannya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bagaimana situasi pandemi telah mengubah segala aspek sisi kesehatan dan sosial masyarakat, termasuk dari sisi perekonomian. Karena itu ia menegaskan pentingnya meningkatkan operasi logistik nasional, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memfasilitasi kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem logistik.
Menurut Sri Mulyani, Ekosistem Logistik Nasional yang baru-baru ini didirikan bertujuan untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien, sederhana, terjangkau, dan transparan. Platform digital memfasilitasi kolaborasi sistem informasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menyederhanakan dan menyelaraskan alur informasi dan dokumen dalam kegiatan ekspor atau impor di pelabuhan, serta perdagangan domestik melalui pertukaran data.
Sejak awal masa pandemi di bulan April 2020, dengan dukungan dari tim Teknis Kepabeanan Impor dan IKC Pusat, Lazada mulai mengimplementasikan skema “Delivery Duty Paid” untuk mempercepat dan meningkatkan layanan dan pengawasan atas impor barang kiriman eCommerce. Melalui skema yang merupakan inisiatif dari DJBC ini, Lazada mampu menyelesaikan proses customs clearance untuk barang impor kiriman eCommerce dalam kurun waktu rata-rata 1 jam, lebih cepat dibandingkan proses manual.
Komitmen kuat yang dijalankan Lazada juga ditegaskan oleh Head of Public Policy Lazada Indonesia, Waizly Darwin. “Sudah sejak lama kami menjalin kerja sama erat dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memastikan kelancaran arus barang kiriman lintas negara. Penerapan skema “Delivery Duty Paid” ini tidak hanya untuk mempercepat proses customs clearance atas barang impor kiriman eCommerce sehingga menjadikan proses customs yang efisien dari sisi waktu dan biaya, namun juga menjadi bentuk komitmen kami untuk mendukung Pemerintah Indonesia menjalankan sistem informasi yang transparan dan taat peraturan,” ungkap Waizly.
Lihat Juga :