Luhut Targetkan Vaksinasi Bagi 70 Juta Orang pada Semester I/2021
Rabu, 03 Februari 2021 - 12:56 WIB
loading...
Vaksin Covid-19 Sinovac. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi yang sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 70 juta orang pada pertengahan tahun ini.
Hal ini dia sampaikan pada acara Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual. Menurut dia Indonesia akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 181 juta orang untuk mencapai herd immunity atau kekebalan populasi. "Jadi, tenaga kesehatan menjadi prioritas utama. Dan kami saat ini sudah 1 juta yang divaksin bulan depan," ujar dia, Rabu (3/2/2021).
(Baca juga: Percepat Vaksinasi di Jabar, 3.000 SDM Nakes Jalani Vaksinasi Massal )
Kemudian, lanjut dia, pemerintah akan melakukan vaksinasi terhadap 60-70 juta orang sampai pertengahan tahun. "Mudah-mudahan kami bisa vaksinasi 60-70 juta orang sampai pertengahan tahun dan semoga bisa memicu herd immunity yang targetnya Maret atau April 2022," ungkap dia.
Pemerintah memastikan 11 juta bahan baku vaksin Covid-19 masih diperuntukkan bagi petugas publik dan tenaga layanan publik, TNI, dan Polri. Proses vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada akhir februari 2021.
Sekretaris PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, setelah proses produksi dilakukan, pihaknya tetap mengontrol agar kualitas vaksin tetap terjaga. Dalam pelaksanaannya, perseroan menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV) yang terintegrasi dan dilengkapi dashboard internet.
(Baca juga: 3.000 Dosis Vaksin COVID-19 Palsu Dibuat di China untuk Diekspor )
"Vaksin yang sudah jadi akan dialokasikan untuk petugas publik dan tenaga layanan publik, TNI, Polri mulai akhir Februari 2021. Proses pendistribusian vaksin Covid-19 utk menjaga kualitas vaksin agar terjaga, Bio Farma menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV) yang terintegrasi dilengkapi dashboard internet," ujarnya.
Hal ini dia sampaikan pada acara Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual. Menurut dia Indonesia akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 181 juta orang untuk mencapai herd immunity atau kekebalan populasi. "Jadi, tenaga kesehatan menjadi prioritas utama. Dan kami saat ini sudah 1 juta yang divaksin bulan depan," ujar dia, Rabu (3/2/2021).
(Baca juga: Percepat Vaksinasi di Jabar, 3.000 SDM Nakes Jalani Vaksinasi Massal )
Kemudian, lanjut dia, pemerintah akan melakukan vaksinasi terhadap 60-70 juta orang sampai pertengahan tahun. "Mudah-mudahan kami bisa vaksinasi 60-70 juta orang sampai pertengahan tahun dan semoga bisa memicu herd immunity yang targetnya Maret atau April 2022," ungkap dia.
Pemerintah memastikan 11 juta bahan baku vaksin Covid-19 masih diperuntukkan bagi petugas publik dan tenaga layanan publik, TNI, dan Polri. Proses vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada akhir februari 2021.
Sekretaris PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, setelah proses produksi dilakukan, pihaknya tetap mengontrol agar kualitas vaksin tetap terjaga. Dalam pelaksanaannya, perseroan menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV) yang terintegrasi dan dilengkapi dashboard internet.
(Baca juga: 3.000 Dosis Vaksin COVID-19 Palsu Dibuat di China untuk Diekspor )
"Vaksin yang sudah jadi akan dialokasikan untuk petugas publik dan tenaga layanan publik, TNI, Polri mulai akhir Februari 2021. Proses pendistribusian vaksin Covid-19 utk menjaga kualitas vaksin agar terjaga, Bio Farma menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV) yang terintegrasi dilengkapi dashboard internet," ujarnya.
(ind)
Lihat Juga :