PPKM Skala Mikro Bisa Jadi Masalah Saat Puasa dan Lebaran
Jum'at, 05 Februari 2021 - 14:04 WIB
loading...
Penerapan PPKM skala mikro di kuartal II/2021 dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi yang harusnya terdongkrak oleh momen puasa dan Lebaran. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dikhawatirkan menjadi masalah jika masih diterapkan di kuartal II/2021. Pasalnya, pada saat itu bertepatan dengan ada momen puasa dan Lebaran .
Sesuai kalender tahun ini, diperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1422 H jatuh pada tanggal 13-14 Mei 2021. Pada momen puasa dan Lebaran, bisa dipastikan membuat pergerakan dan semangat belanja masyarakat meningkat signifikan.
Baca Juga: Dampak PPKM Menurut Pengusaha: Mulai dari Makanan hingga Konsumsi BBM Turun
Sementara itu, pemerintah saat ini sedang menyiapkan kebijakan PPKM skala mikro yang melibatkan TNI-Polri, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP hingga Satgas pusat dan daerah.
"PPKM mikro akan jadi masalah besar bila dilakukan di kuartal kedua nanti. Karena awal tahun memang sepi secara musiman. Tapi kuartal dua waktunya pertumbuhan ekonomi nasional tinggi karena ada Lebaran dan puasa. Semoga pemerintah sudah punya perhitungan sendiri," ujar Kepala Ekonom BCA David Sumual dalam siaran live Market Review di IDX Channel di Jakarta, Jumat (5/2/2021).
Sesuai kalender tahun ini, diperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1422 H jatuh pada tanggal 13-14 Mei 2021. Pada momen puasa dan Lebaran, bisa dipastikan membuat pergerakan dan semangat belanja masyarakat meningkat signifikan.
Baca Juga: Dampak PPKM Menurut Pengusaha: Mulai dari Makanan hingga Konsumsi BBM Turun
Sementara itu, pemerintah saat ini sedang menyiapkan kebijakan PPKM skala mikro yang melibatkan TNI-Polri, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP hingga Satgas pusat dan daerah.
"PPKM mikro akan jadi masalah besar bila dilakukan di kuartal kedua nanti. Karena awal tahun memang sepi secara musiman. Tapi kuartal dua waktunya pertumbuhan ekonomi nasional tinggi karena ada Lebaran dan puasa. Semoga pemerintah sudah punya perhitungan sendiri," ujar Kepala Ekonom BCA David Sumual dalam siaran live Market Review di IDX Channel di Jakarta, Jumat (5/2/2021).
Lihat Juga :